KABARHARMONI | BANDUNG, – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Kota Bandung menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Perkoperasian bagi 151 pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Hotel Savoy Homann pada Selasa, Oktober 2025.
Kegiatan ini bertujuan memperdalam pengetahuan peserta tentang manajemen koperasi, tata kelola transparan, pelaporan keuangan digital, dan pengelolaan usaha berbasis komunitas.
Koperasi sebagai Motor Penggerak Kesejahteraan Masyarakat
Pada kegiatan ini, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin hadir memberikan motivasi bagi para pengurus KKMP.
“Bimtek ini sangat penting. Tanpa SDM yang kompeten, koperasi akan sulit beradaptasi dengan perubahan zaman dan tuntutan pasar yang semakin kompleks,” ujar Erwin.

“Koperasi adalah motor penggerak kesejahteraan masyarakat. Koperasi yang kuat berarti masyarakatnya mandiri. Dan koperasi yang profesional berarti ekonomi rakyat berjalan sehat dan berkelanjutan,” tambahnya.
Baca Juga: Koperasi Maju, Indonesia Adil Makmur: Pemkot Bandung Peringati Hari Koperasi Nasional ke-78
Penguatan Koperasi sebagai Bagian dari Visi Bandung Utama
Erwin menilai, penguatan koperasi merupakan bagian dari komitmen Pemkot Bandung untuk mewujudkan visi : Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis.
“Kami terus berupaya menghadirkan kebijakan yang berpihak pada koperasi, termasuk mendorong digitalisasi usaha, memperluas akses pembiayaan, serta mempererat sinergi antara perangkat daerah, Camat, Lurah, dan masyarakat,” katanya.
Tantangan dan Harapan
Menurutnya, koperasi memiliki peran penting dalam menegakkan semangat gotong royong ekonomi dan menjadi solusi atas tantangan sosial-ekonomi di tingkat wilayah.
Ia mengingatkan bahwa koperasi masih menghadapi banyak tantangan, seperti meningkatkan literasi manajerial, mengatasi keterbatasan modal, mematuhi regulasi digital, dan mendorong partisipasi anggota yang lebih aktif.

“Bimtek ini menjadi ruang belajar yang relevan untuk memperkuat manajemen kelembagaan koperasi, menumbuhkan kepemimpinan kolektif, serta menanamkan nilai transparansi dan akuntabilitas,” jelas Erwin.
Baca Juga: Koperasi: Pilar Strategis Kesejahteraan Ekonomi dan Inklusi Sosial
Pengembangan Koperasi Serba Usaha
Sebagian besar koperasi kelurahan saat ini bergerak di bidang penjualan sembako.
Harapannya, ke depan akan berkembang menjadi koperasi serba usaha, termasuk simpan pinjam dan pengelolaan aset produktif seperti kolam retensi.
“Selama aset pemerintah belum digunakan, koperasi boleh memanfaatkannya. Tapi kalau nanti dibutuhkan untuk kepentingan publik, tentu akan dikembalikan,” ujar Erwin.
Kemajuan Koperasi di Kota Bandung
Sementara itu, Kepala Dinas KUKM Kota Bandung, Budhi Rukmana menjelaskan bahwa saat ini sudah ada 33 KKMP yang aktif berjalan di Kota Bandung.

“Paling operasional dan maju itu ada di wilayah Cibaduyut Kidul dan Kopo. Mereka bahkan sudah bekerja sama dengan Bulog, ID Food, dan Pertamina untuk penyediaan sembako dengan harga lebih terjangkau,” tutur Budhi.
Baca Juga: Hari Koperasi ke-78: Wakil Wali Kota Erwin Apresiasi Dekopinda Kota Bandung
Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Bimtek ini bertujuan memajukan koperasi di Kota Bandung agar lebih berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemkot Bandung akan terus mendukung dan memfasilitasi koperasi-koperasi tersebut untuk mencapai tujuan tersebut. Red







Komentar