Simulasi dan Sosialisasi Mitigasi Kebencanaan di SMA Nasional Kota Bandung: Membangun Budaya Tangguh Bencana sejak Dini

KABARHARMONI | BANDUNG, – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan kesadaran terhadap potensi bencana, Relawan FAST Kecamatan Coblong melaksanakan kegiatan Simulasi dan Sosialisasi Mitigasi Kebencanaan di SMA Nasional Kota Bandung.

Kegiatan pada Jumat, 31 Oktober 2025 ini bertujuan untuk membekali peserta didik dan tenaga pendidik dengan pengetahuan dasar. Serta langkah-langkah tanggap darurat yang tepat apabila terjadi bencana.

Meningkatkan Kesiapsiagaan dan Kesadaran

Melalui simulasi langsung, para peserta belajar untuk tetap tenang, memahami jalur evakuasi, dan melakukan tindakan penyelamatan diri dengan benar.

Selain pelatihan praktik, kegiatan ini juga mencakup sesi sosialisasi mengenai pentingnya mitigasi bencana di lingkungan sekolah.

Para relawan memberikan edukasi mengenai berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi. Seperti gempa bumi dan kebakaran, serta cara pencegahan dan penanganannya.

Baca Juga: Ketua Komisi IV bersama Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bandung Saksikan Simulasi Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di RW 15 Sadang Luhur Kelurahan Sekeloa

Apresiasi dari Camat Coblong

Camat Coblong, Krinda Hamidipradja, S.H., M.Si., menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif para relawan dan pihak sekolah yang aktif mendukung kegiatan ini.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membentuk budaya tangguh bencana sejak dini. Sekolah merupakan tempat yang strategis untuk menanamkan nilai kesiapsiagaan kepada generasi muda. Kami mengharapkan kegiatan ini dapat berlanjut dan menjadi program berkelanjutan di seluruh wilayah Kecamatan Coblong,” ujar Camat Coblong, Krinda Hamidipradja.

Baca Juga: Edukasi dan Simulasi di SMPN 1 Bandung: Membangun Budaya Sadar Bencana di Kota Bandung

Menumbuhkan Budaya Tangguh Bencana

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari seluruh warga sekolah.

Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran dan budaya tangguh bencana sejak dini. Sehingga sekolah menjadi lingkungan yang aman, siaga, dan responsif terhadap berbagai potensi bencana.   Red

Komentar