Anggota Komisi IV DPRD, Elton Agus Marjan Tekankan Pemerintah Lakukan Pemetaan dan Optimalisasi Tenaga Kesehatan untuk Pelayanan Maksimal di Kota Bandung

KABARHARMONI | BANDUNG, – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Elton Agus Marjan, S.E., menekankan pentingnya langkah strategis pemerintah dalam melakukan pemetaan dan optimalisasi tenaga kesehatan di Kota Bandung.

Upaya tersebut menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan kesehatan di tingkat pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) maupun rumah sakit dapat berjalan lebih maksimal.

“Ini urgent bagi kita untuk mencari penempatan terbaik dan solusi yang tepat, sehingga tingkat pelayanan di puskesmas maupun rumah sakit bisa optimal. Ketika tenaga kesehatan ditempatkan di bidang yang tepat, Insya Allah potensi dan kinerja mereka juga akan meningkat,” ujarnya sebagai narasumber pada paparan materi Kebijakan Pemetaan Jabatan Fungsional Kesehatan, di Hotel Mutiara, Rabu, 5 November 2025.

Tanggung Jawab Pemerintah

Terlebih ia menegaskan bahwa Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan menjamin dasar hukum terkait hak atas pelayanan kesehatan.

Serta UU No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, sehingga tanggung jawab pemerintah pusat maupun daerah, wajib untuk merencanakan, mengatur, menyelenggarakan, membina, dan mengawasi upaya kesehatan yang bermutu, aman, merata, dan terjangkau oleh masyarakat.

Kondisi Tenaga Kesehatan di Kota Bandung

Elton menilai bahwa tiga Rumah Sakit, 80 UPTD Puskesmas, satu Labkesda, dan satu UPT P2KT milik Pemerintah Kota Bandung belum memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kota Bandung menghadapi tantangan dan permasalahan dalam transformasi SDM Kesehatan, yaitu kurangnya jumlah SDM Kesehatan secara nasional karena supply yang terbatas. Khususnya program pendidikan dokter spesialis.

Baca Juga: STIKes Dharma Husada Bandung Adakan Simulasi Kebencanaan Gempa dan Gunung Berapi

Permasalahan dan Solusi

Dengan masih terdapatnya ketimpangan jumlah tenaga kesehatan di beberapa fasilitas kesehatan berdampak pada beban kerja yang tidak seimbang di lapangan.

“Ada tenaga kesehatan yang harus menangani hingga 75 sampai 100 orang, padahal idealnya satu orang melayani sekitar 50 pasien. Kondisi over kapasitas ini tentu bisa memengaruhi etos kerja dan kualitas pelayanan,” ucapnya.

Kurangnya pemberdayaan dan keterbatasan jumlah tenaga yang tersedia menyebabkan permasalahan tenaga kesehatan.

Oleh karena itu, DPRD Kota Bandung mendorong agar Pemerintah Kota Bandung dapat merencanakan dan mengatur ketersediaan SDM kesehatan. Dengan tetap memperhatikan kemampuan dan keseimbangan pos anggaran daerah.

Langkah Pemerintah

Elton juga mengapresiasi langkah pemerintah melalui kebijakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), baik penuh waktu maupun paruh waktu. Sebagai salah satu upaya pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan.

Ia menilai bahwa pemerintah perlu memperluas langkah tersebut untuk menjawab kebutuhan riil di lapangan.

“Formasi PPPK yang dibuka pemerintah mudah-mudahan menjadi solusi jangka pendek. Tetapi saya berharap pemerintah baik di tingkat kota, provinsi, maupun pusat, segera mencarikan solusi yang lebih komprehensif agar pelayanan kesehatan khususnya di Kota Bandung bisa lebih merata dan maksimal,” tuturnya.

Baca Juga: Komisi IV DPRD Kota Bandung Terima Audiensi Relawan Peduli Pendidikan

Kondisi Puskesmas di Kota Bandung

Lebih lanjut, Elton menyebutkan bahwa dari 80 puskesmas di Kota Bandung. Baru sekitar 26 puskesmas atau 30 persen yang telah memenuhi standar minimal terkait ketersediaan sembilan tenaga kesehatan.

“Kondisi ini tentu berpengaruh pada kualitas pelayanan kepada masyarakat. Padahal kesehatan masyarakat sangat penting untuk menunjang kualitas hidup warga Kota Bandung ke depan,” katanya.    Red

Komentar