USB YPKP Luluskan 921 Wisudawan, Siap Hadapi Era Digital dan Wujudkan Indonesia Emas 2045

KABARHARMONI | BANDUNG, Universitas Sangga Buana (USB) YPKP meluluskan 921 wisudawan pada Wisuda XXII Gelombang II Tahun Akademik 2024–2025 di Harris Citylink Bandung, Senin, 24 November 2025.

Wisuda ini menjadi momen penting bagi USB dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia yang siap berkompetisi menuju Indonesia Emas 2045.

Penguasaan Teknologi Jadi Tuntutan Utama

Ketua LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., menegaskan bahwa penguasaan teknologi menjadi tuntutan utama yang harus dipenuhi para lulusan.

Menurutnya, era digital tidak bisa lagi dihindari dan membutuhkan kesiapan kompetensi dari seluruh calon tenaga profesional.

Ia juga mengajak para wisudawan untuk tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan peluang melalui kewirausahaan.

“Keberhasilan tidak hadir tiba-tiba. Ada kerja keras, proses panjang, dan doa orang tua yang mengiringi,” ujarnya.

Wisuda Pertama Setelah Akreditasi Unggul

Ketua Yayasan YPKP Sangga Buana, Dr. H.R. Ricky Agusiady, S.E., M.M., Aka., CFrA., CHRM., menyebut bahwa wisuda kali ini memiliki arti istimewa karena merupakan wisuda pertama setelah USB memperoleh akreditasi Unggul.

Predikat tersebut memberikan nilai tambah besar bagi lulusan, terutama dalam meningkatkan peluang karier dan kepercayaan diri di dunia kerja.

Kurikulum Berbasis Kompetensi

Rektor USB YPKP, Dr. Didin Saepudin, S.E., M.Si., mengungkapkan bahwa tingkat penyerapan lulusan ke dunia industri cukup tinggi, bahkan banyak mahasiswa yang telah direkrut sebelum menyelesaikan studi.

Kampus juga memperkuat ekosistem wirausaha dengan menyediakan mata kuliah technopreneur dan socialpreneur.

“Kami ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja,” ucapnya.

Kisah Inspiratif dari Figur Publik

Wisuda ini juga menampilkan kisah menarik dari tiga figur publik, yaitu Chika Jessica, Kiki Farrel, dan Dwi Andhika, yang berhasil menyelesaikan studi tepat waktu meski disibukkan jadwal syuting yang padat.

Cika menyebut menjelang UTS, UAS, dan sidang merupakan masa paling menantang karena ritme pekerjaan yang tak menentu.

“Kurang tidur itu pasti, tetapi semuanya terbayar hari ini,” katanya.

Kiki Farrel menambahkan bahwa kemampuan mengatur waktu adalah kunci utama.

“Yang penting tahu waktu luang dulu, baru atur ritmenya,” ujarnya.

Sementara itu, Dwi Andika mengaku memiliki kedekatan historis dengan USB YPKP karena keluarganya sudah lama mengenal kampus tersebut.

“Bisa lulus di kampus yang sejak kecil saya kenal terasa seperti mimpi yang akhirnya terwujud,” ucapnya.

Langkah Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Tidak berhenti pada jenjang sarjana, ketiganya langsung melanjutkan pendidikan ke Program Magister (S2) USB YPKP sebagai bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kompetensi dan memperluas peluang di dunia profesional.

Penyelenggaraan wisuda ini menegaskan langkah USB YPKP dalam memperkuat peran pendidikan tinggi bagi kemajuan sumber daya manusia Indonesia melalui kompetensi digital, kesiapan industri, dan semangat kewirausahaan.    Red

Komentar