KABARHARMONI | BANDUNG, – Ketua Angkatan Program Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan Lembaga Ketahanan Nasional (PPNK Lemhanas) ke-221 ‘Maung Papandayan’, Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., menyoroti berbagai faktor sosial di masyarakat yang menjadi ancaman serius bagi geopolitik Indonesia.
Faktor Sosial yang Mengancam Geopolitik
Kang Edwin Senjaya menyebutkan bahwa perubahan iklim, perang, korupsi, narkoba, pinjaman online, judi online, dan LGBT. Menjadi ancaman terhadap kondisi geopolitik Indonesia.
“Apalagi Indonesia dianggap memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar, sehingga ingin coba dimanfaatkan pihak asing,” ujarnya.
BACA JUGA: Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Bandung Ikuti Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan
Pinjaman Online dan Judi Online
Kang Edwin Senjaya menilai fenomena maraknya pinjaman online ilegal dan judi online. Juga menjadi ancaman geopolitik paling serius di masyarakat saat ini.
Kang Edwin Senjaya menjelaskan bahwa pinjaman online ilegal dan judi online dapat menguasai sistem keuangan dan mengendalikan perilaku ekonomi masyarakat. Melalui penguasaan data dan ekonomi digital.
“Fenomena pinjol (pinjaman online) dan Judol, terutama yang ilegal dan yang operatornya diluar negeri menunjukan bagaimana arus modal, teknologi, dan data lintas batas negara, bisa digunakan sebagai alat kontrol ekonomi dan sosial terhadap bangsa lain,” ucapnya.
LGBT sebagai Ancaman Geopolitik
Kang Edwin Senjaya juga menyebutkan bahwa fenomena penyimpangan seksual LGBT menjadi ancaman geopolitik Indonesia. Khususnya pada sektor kesehatan masyarakat terhadap tingginya potensi penyakit menular seksual, dan juga gangguan kesehatan mental.
BACA JUGA: DPRD Kota Bandung Dukung Aksi Bela Palestina, Edwin: Konsisten Menentang Segala Bentuk Imperialisme
Upaya Pencegahan
Kang Edwin Senjaya menegaskan bahwa orang tua harus melakukan pengawasan, pola pengasuhan, dan pembinaan yang baik sejak dini. Untuk mencegah fenomena LGBT, dengan membentuk karakter dan norma sosial serta agama.
“Melalui pemahaman dan pengamalan nilai-nilai kebangsaan tersebut, masyarakat Indonesia khususnya di wilayah Kecamatan Rancasari dan Kota Bandung diharapkan dapat terus bersatu dalam membangun Kota Bandung. Membangun bangsa dan negara, menumbuhkan rasa cinta terhadap daerah dan tanah air, serta tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan Kota Bandung maupun bangsa dan negara secara keseluruhan,” ujarnya. Red







Komentar