KABARHARMONI | BANDUNG, – Pemerintah Kota Cirebon melakukan kunjungan kerja dan studi koordinasi ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung terkait penataan jaringan fiber optik melalui Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT).
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa, memimpin rombongan Pemkot Cirebon. Bersama Kepala BPKPD Kota Cirebon, Mastara, serta jajaran OPD teknis terkait.
Belajar dari Sukses Bandung
Ma’ruf Nuryasa menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut arahan langsung Wali Kota Cirebon.
Ia mengatakan bahwa Kota Bandung telah berhasil dalam penataan kabel fiber optik. Terutama pada ruas-ruas strategis seperti Jalan Dago, Riau, dan Buah Batu.
“Kami ditargetkan menata 17 ruas jalan. Karena itu kami ingin mendapatkan gambaran utuh, mulai dari inisiator awal, pola kerja sama, hingga regulasi yang digunakan,” ujar Ma’ruf.
BACA JUGA: Kota Bandung: Pelopor Smart City di Indonesia yang Mendapat Pengakuan Internasional
Tiga Skema Penataan Jaringan
Sekretaris Diskominfo Kota Bandung, Mahyudin menjelaskan bahwa penataan jaringan utilitas di Bandung memiliki perjalanan panjang.
Ia memaparkan tiga skema penyelenggaraan SJUT yang bisa pemerintah daerah pilih:
- Dibangun oleh Pemkot dan disewakan ke operator
- Dikelola melalui BUMD
- Kerja sama dengan asosiasi operator

“Dari tiga pilihan ini, kami menilai skema ketiga paling ideal. Pemerintah tinggal membangun komitmen, tidak perlu keluar biaya, dan hasilnya cepat dirasakan,” jelas Mahyudin.
BACA JUGA: DPRD Kota Bandung Dukung Penuh Penguatan Infrastruktur Digital untuk Meningkatkan Layanan Publik
Keamanan dan Keindahan Kota
Mahyudin mengatakan Bandung berhasil menurunkan kabel udara yang selama ini membahayakan keselamatan dan merusak estetika kota, bukan hanya membangun ducting.
“Pemerintah Kota Bandung mengesampingkan dulu sisi komersial. Ada hal yang lebih penting, yakni keamanan masyarakat dan keindahan kota,” tegasnya.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Program penurunan kabel di Bandung mendapat respons luas dari masyarakat.
Salah satu unggahan penertiban kabel bahkan meraih lebih dari 4 juta penayangan di media sosial. Jauh melampaui jumlah penduduk Kota Bandung yang sekitar 2,6 juta jiwa.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat mendukung. Penurunan kabel menjadi cara efektif membangun citra positif pemerintah,” kata Mahyudin.
Tinjauan Lapangan dan Dialog dengan Asosiasi Operator

Rombongan kunjungan kerja melakukan tinjauan lapangan dan berdialog langsung dengan asosiasi operator di kawasan Dago. Guna mempelajari praktik di lapangan secara langsung. Red







Komentar