Dinas Pendidikan Kota Bandung Mengintensifkan Sosialisasi SPMB, Minta Orang Tua Siapkan Dokumen Utama

KABARHARMONI | BANDUNG, Dinas Pendidikan Kota Bandung terus mengintensifkan sosialisasi terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Talkshow pada Selasa (7/4/2026), Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Edy Suparjoto mengingatkan masyarakat untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan administrasi sejak jauh hari.

Persiapan Dokumen Utama Jadi Kunci Sukses SPMB

Dalam kesempatan tersebut, Edy mengatakan, masih terdapat waktu sekitar satu bulan bagi orang tua untuk memahami dan menyiapkan proses SPMB secara optimal.

Ia mengimbau orang tua memvalidasi dan memperbarui dokumen utama seperti Kartu Keluarga, akta kelahiran, dan KTP orang tua.

Persyaratan utama itu harus disiapkan dari sekarang. Jika ada yang belum diperbarui, segera diperbarui agar tidak menghambat proses pendaftaran,” ujarnya.

BACA JUGA: Wali Kota Bandung: SPMB 2025, Tidak Menerima Rekomendasi dari Institusi mana pun dalam Proses Seleksi

Pahami Regulasi dan Prosedur SPMB

Dinas Pendidikan meminta masyarakat memahami secara menyeluruh regulasi, tahapan, dan prosedur yang berlaku.

Dinas Pendidikan menyediakan informasi resmi melalui berbagai kanal, termasuk website dan media sosial, yang juga menyediakan panduan serta tutorial teknis.

Edy menambahkan, bagi orang tua yang masih mengalami kesulitan, sekolah negeri terdekat akan menyediakan pendampingan melalui operator sekolah.

BACA JUGA: Pemkot Bandung Mengubah Regulasi PPDB menjadi SPMB Di Tahun Ajaran Baru 2025/2026

Layanan Bantuan 24 Jam Siap Membantu

Dinas Pendidikan juga menyediakan layanan bantuan (help desk) 24 jam untuk menjawab pertanyaan masyarakat.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menawarkan bantuan dengan imbalan tertentu.

Proses SPMB saat ini telah berjalan secara transparan, objektif, dan berbasis sistem.

BACA JUGA: Dinas Pendidikan Kota Bandung Siapkan Tim Asesmen untuk Calon Murid Berkebutuhan Khusus

Transparansi Proses SPMB

“Tidak ada praktik titip-menitip atau jalur tidak resmi. Semua proses dilakukan melalui sistem yang dapat dipantau secara terbuka. Jika ada hal yang dirasa merugikan, masyarakat dapat langsung melapor dan akan segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

BACA JUGA: Pakta Integritas Komitmen 351 Kepala Sekolah Negeri di Kota Bandung untuk Mewujudkan Pendidikan yang Berkualitas

Pilih Jalur Pendaftaran dengan Bijak

Orang tua juga harus mempertimbangkan peluang jalur pendaftaran yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing.

Pemahaman terhadap jadwal dan mekanisme menjadi kunci agar tidak terjadi kesalahan dalam proses pendaftaran.

BACA JUGA:  SPMB 2025: Komisi IV DPRD Kota Bandung akan Lakukan Advokasi kepada Masyarakat dan Menolak Tegas Surat Rekomendasi dari Pihak Tertentu

Komitmen Pemkot Bandung untuk Pendidikan

Di sisi lain, Edy juga menyoroti tren meningkatnya minat terhadap pendidikan non-formal, seperti homeschooling.

Menurutnya, hal tersebut sebagai perkembangan positif, selama tetap memperhatikan kualitas pendidikan.

Sebagai penutup, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam memastikan seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan.

“Tidak boleh ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah, baik di jalur formal, non-formal, maupun swasta. Semua akan kami layani,” pungkasnya.    Red

Komentar