KABARHARMONI | BANDUNG, – Ormas GRIB Jaya Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Bandung akan menggelar kejuaraan tinju amatir bertajuk “GRIB Jaya Bandung Boxing Camp 2026” pada 8-12 Juli 2026.
Melalui ajang ini, panitia memperebutkan Piala Wali Kota Bandung 2026 sekaligus membuktikan komitmen ormas dalam mengembangkan olahraga dan memberdayakan generasi muda.
Salurkan Energi Positif, Tepis Stigma Ormas
Ketua Panitia, Prana Yogaswara, S.H., menjelaskan tujuan kegiatan saat hadir di Basa Basi Podcast Pokja PWI Kota Bandung, Selasa (20/5/2026).
Ia menegaskan event ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan energi positif.
Selain itu, panitia juga menggalakkan olahraga bela diri dan mendukung pemerintah daerah mengembangkan sport tourism di Kota Bandung.
“GRIB Jaya adalah salah satu ormas yang anggotanya mungkin kerap diidentikkan dengan ‘garis merah’ atau keributan. Padahal di dalamnya, banyak penggiat hukum, pendidikan, dan juga olahraga. Melalui event ini, kami ingin menunjukkan bahwa ormas ini tidak seseram yang dibayangkan, dan kami fokus pada kegiatan positif,” ujar Prana.
Berawal dari Sukses 2025, Kini Naik Level
Selanjutnya, Prana membeberkan latar belakang penyelenggaraan. Ia menyebut keberhasilan kegiatan serupa pada Agustus 2025 memicu panitia untuk naik level.
Melihat antusiasme tinggi, GRIB Jaya DPC Kota Bandung di bawah kepemimpinan Freddy Bumbunan Sirait, S.H., M.H., langsung mengembangkan skala event menjadi lebih besar.
“Kami ingin agar generasi muda, khususnya di Bandung Raya dan Jawa Barat, mengembangkan diri melalui olahraga, seperti tinju, yang bisa menjadi jalan menuju prestasi,” tambah Prana.
Ia juga menyoroti fenomena tawuran remaja.
“Dengan adanya wadah yang lebih terarah, memiliki jadwal dan aturan yang jelas, setidaknya energi anak-anak muda itu bisa tersalurkan ke hal yang positif dan berprestasi.”
BACA JUGA: KONI Kota Bandung Berkomitmen Membangun Olahraga Prestasi dan Ekonomi Melalui Sport Tourism
Wali Kota Farhan Turun Tangan, GOR Pajajaran Siap
Sementara itu, kejuaraan yang menyasar atlet amatir usia 12 tahun hingga setingkat SMA ini mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kota Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, bahkan memberikan dukungan penuh secara langsung.
“Alhamdulillah, Pak Wali Kota sangat mendukung. Beliau bahkan akan turun tangan langsung memberikan piagam yang bisa membantu anak-anak untuk ke jalur prestasi pendidikan. Dukungan penuh juga datang dari Kadispora dan jajarannya, hingga KONI Kota Bandung dan KONI Jawa Barat,” jelas Prana.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkot memfasilitasi penggunaan GOR Pajajaran yang berkapasitas 3.000 penonton.
Meski begitu, panitia akan membatasi jumlah penonton demi kenyamanan dan keamanan.
Panitia juga membatasi kuota peserta maksimal 300 orang.
4 Kategori Usia, Ada Uang Pembinaan
Di sisi teknis, Ketua Komisi Wasit dan Hakim Amatir Pertina Jawa Barat yang juga Sekretaris Komisi Wasit dan Hakim Amatir PB Pertina Pusat, Iwa ‘Kiri Ciwa’, merinci aturan pertandingan.
Ia menyebut event ini mempertandingkan empat kategori usia mengacu aturan IBA 2024: Elite (19-40 tahun), Youth (17-18 tahun), Junior (15-16 tahun), dan Schoolboy (13-14 tahun).
Peserta akan menyepakati durasi pertandingan saat technical meeting sesuai jumlah petinju.
Untuk memacu semangat, panitia menyiapkan apresiasi lebih dari medali dan sertifikat.
“Kami akan memberikan uang pembinaan bagi para pemenang. Ini penting agar ada gairah dan apresiasi atas jerih payah mereka. Selain itu, sertifikat yang ditandatangani pejabat bisa menjadi nilai tambah bagi atlet, terutama yang masih pelajar,” pungkas Prana.
Dengan persiapan yang hampir rampung, panitia kini berkoordinasi intensif dengan aparat keamanan dari Polri dan TNI Angkatan Darat.
Antusiasme peserta dari luar Bandung seperti Cianjur dan Karawang juga terus mengalir.
Alhasil, GRIB Jaya menargetkan Boxing Camp 2026 sebagai langkah awal menuju agenda tahunan dan pengembangan tinju profesional. Red







Komentar