KABARHARMONI | BANDUNG, – Sekitar 1.000 pelajar SMP memeriahkan Lomba Paduan Suara dalam rangkaian World Coconut Day (WCD) III Tahun 2026 di Gedung RRI Bandung, Jalan Diponegoro, Rabu, 30 September 2026.
Panitia menghadirkan lomba ini sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, membangun keberanian, serta memperkuat kekompakan dan semangat kolaborasi.
Wakil Wali Kota Bandung Erwin membuka secara resmi perlombaan tersebut.
Dalam sambutannya, Erwin mengapresiasi penyelenggaraan World Coconut Day.
Ia menilai kegiatan ini tidak hanya menghadirkan seni dan kreativitas, tetapi juga membawa pesan tentang kebermanfaatan dan kebersamaan.
Erwin Tekankan Filosofi Kelapa Tua dan Muda
Erwin mengibaratkan filosofi kelapa sebagai gambaran peran generasi.
Ia menegaskan bahwa generasi muda maupun generasi yang lebih tua sama-sama memegang peran penting dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Konsepnya adalah kelapa tua dan kelapa muda. Baik yang muda maupun yang tua semuanya berguna. Yang muda kalau ingin sukses harus banyak belajar kepada yang tua,” ujar Erwin.
Selain itu, Erwin menilai kegiatan tersebut menanamkan kecintaan terhadap tanah air, Jawa Barat, dan Kota Bandung secara nyata.
Para pelajar harus berani tampil, bekerja sama, serta mampu menyatukan perbedaan menjadi sebuah kekuatan.
“Anak-anak ini bukan hanya harus cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental, tangguh secara sosial dan memiliki karakter yang baik. Yang penting berani dulu, berani tampil, berani kompak dan berani menyatukan perbedaan,” katanya.
BACA JUGA: Wakil Wali Kota Bandung, Erwin Berikan Rumus Sukses untuk Anak-anak
Paduan Suara Bentuk Karakter dan Kekompakan
Selanjutnya, Erwin menilai lomba paduan suara mengandung nilai pendidikan karakter yang kuat.
Pasalnya, setiap peserta harus mengesampingkan ego pribadi dan membangun harmoni bersama untuk menghasilkan penampilan terbaik.
“Kalau paduan suara, semua harus kompak, tidak ada yang boleh ego. Bagaimana kelompok ini bisa menjadi juara, tentu tidak mudah. Harus punya hati dan tujuan yang sama,” tuturnya.
BACA JUGA: Lokoper 2025: Mengasah Kreativitas dan Inovasi Pelajar Jawa Barat
Kolaborasi Pentahelix Perkuat Ekosistem Kreatif
Kemudian, Erwin mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia menyoroti semangat pentahelix yang mempertemukan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat.
Menurut Erwin, kolaborasi tersebut menjadi kekuatan penting dalam membangun ekosistem kreativitas dan pendidikan di Kota Bandung.
“Ini suatu kebanggaan bagi saya. Kolaborasi ini tentunya menumbuhkan pembangunan, bukan hanya kebersamaan dan kreativitas, tetapi juga semangat kerja sama dan gotong royong di Kota Bandung,” ujarnya.
Erwin juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang menggagas serta menyelenggarakan World Coconut Day secara mandiri.
Pemerintah Kota Bandung hadir memberikan dukungan penuh melalui sejumlah perangkat daerah yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Ia berharap panitia terus melaksanakan World Coconut Day secara berkelanjutan dan menjadikan kegiatan ini sebagai wadah positif bagi pelajar untuk mengembangkan potensi mereka.
“Kami menyambut baik dan mendukung kegiatan World Coconut Day ketiga ini. Semoga kegiatan ini semakin memperkuat semangat Bandung sebagai kota kreatif, kolaboratif dan penuh harmoni,” katanya.
BACA JUGA: Pemkot Bandung Gandeng Rhythm Recipes Perkuat Diplomasi Budaya
WCD III Beri Dampak Ekonomi dan PAD Bandung
Selain memberikan ruang bagi pengembangan bakat pelajar, Erwin menilai kegiatan tersebut turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.
Pasalnya, peserta yang datang dari luar Kota Bandung turut menggunakan berbagai fasilitas dan layanan di Kota Bandung, termasuk akomodasi hotel.

“Pesertanya bukan hanya dari Bandung, ada dari Bekasi dan Depok. Mereka sudah datang dan menginap di hotel. Ini juga memberikan dampak terhadap PAD dan perekonomian Kota Bandung,” ungkapnya.
Terakhir, Erwin berpesan kepada seluruh peserta untuk menikmati setiap proses perlombaan dengan penuh semangat dan menjunjung sportivitas.
Menurutnya, kemenangan bukan satu-satunya tujuan, karena keberanian untuk tampil dan pengalaman yang peserta peroleh juga menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter.
“Tampilkan kemampuan terbaik, bernyanyi dengan hati, junjung sportivitas dan nikmati setiap prosesnya. Yang menang jangan dibawa berlebihan, yang belum menang jangan kecewa. Yang terpenting kalian berani tampil dan mendapatkan pengalaman,” ujarnya. Red







Komentar