Pertumbuhan Ekonomi Kota Bandung menunjukkan Tren Positif, Tapi Ketimpangan Sosial Masih Menjadi Tantangan

KABARHARMONI | BANDUNG, Pertumbuhan ekonomi Kota Bandung menunjukkan tren positif dan berada pada jalur yang tepat pada Desember 2025.

Namun, di balik capaian tersebut, persoalan ketimpangan sosial masih menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani secara serius.

Pertumbuhan Ekonomi Bandung On Track

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa berdasarkan data terkini, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung berada dalam trajektori yang baik.

Pada semester pertama, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,46 persen, sementara pada triwulan ketiga mencapai 5,23 persen.

Selain itu, tingkat kemiskinan menurun hingga 3,78 persen dan tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan.

“Secara umum, ekonomi Kota Bandung on track. Pertumbuhan berjalan baik, kemiskinan dan pengangguran menurun,” ujar Farhan.

Baca Juga: BPS Ungkap Penurunan Kemiskinan di Jawa Barat, Apa yang Mendorong Perubahan Ini?

Ketimpangan Sosial Masih Tinggi

Meski demikian, Farhan menekankan ketimpangan sosial masih tergolong tinggi, tercermin dari gini ratio Kota Bandung yang berada di angka 0,4, lebih tinggi dibandingkan standar nasional yang berada di kisaran 0,3.

“Ketimpangan ini menjadi fokus kami untuk berbenah. Jumlah penduduk miskin memang berkurang, tetapi kualitas kemiskinan masih menjadi tantangan karena ada kelompok masyarakat yang justru semakin rentan,” jelasnya.

Baca Juga: BPS: Inflasi Kota Bandung Tetap dalam Batas Aman dan Terkendali

Fokus pada Pemerataan Kesejahteraan

Farhan memastikan, kondisi tersebut menjadi dasar penting bagi Pemerintah Kota Bandung. Untuk memperkuat kebijakan yang lebih presisi dan berpihak pada kelompok rentan.

Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga harus memastikan pemerataan kesejahteraan.

Baca Juga: Sektor Pariwisata Kota Bandung tetap Menunjukkan Tren Positif

Satu Data Indonesia Jadi Fondasi Pembangunan

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bandung, Anton Sunarwibowo, menekankan pentingnya kebijakan berbasis data sebagai fondasi pembangunan daerah.

Ia menyampaikan, Forum Satu Data menjadi ruang strategis untuk memperkuat integrasi dan kualitas data lintas sektor.

“Data yang kuat akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran. Dengan integrasi data sosial dan ekonomi hingga tingkat RW, pemerintah dapat memahami kondisi masyarakat secara lebih detail,” ujar Anton.

Melalui Forum Satu Data, Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya untuk menjadikan data sebagai pijakan utama dalam pengambilan kebijakan. Sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi yang dicapai dapat berjalan beriringan dengan upaya pengurangan ketimpangan sosial.    Red

Komentar