Kota Bandung Siap Hadapi Tantangan Pengelolaan Sampah dan DBD: Kolaborasi Warga dan Pemerintah Jadi Kunci

KABARHARMONI | BANDUNG, – Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengelolaan sampah berbasis kewilayahan sebagai langkah antisipasi potensi krisis persampahan, dan langkah konkret cegah DBD di lingkungan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan hal ini saat kegiatan Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Ranca Numpang, Kecamatan Gedebage, pada Rabu, 17 Desember 2025.

Pengelolaan Sampah: Kolaborasi Warga dan Pemkot

Farhan mengapresiasi upaya warga Ranca Numpang yang telah mulai menerapkan pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga.

Ia menilai seluruh elemen masyarakat harus meningkatkan upaya tersebut secara masif dan konsisten.

“Kalau pengelolaan sampah ini tidak kita lakukan bersama-sama, bulan April 2026 kita berpotensi menghadapi krisis sampah. Bisa mencapai ribuan ton per hari,” tuturnya.

Baca Juga: Pengendalian Sampah, Farhan: Bagian dari Mitigasi Bencana yang Harus Dilakukan secara Sistematis oleh Seluruh Masyarakat

Pemkot Kerahkan 1.597 Petugas Sampah

Sebagai langkah konkret, Pemkot Bandung akan mengerahkan 1.597 petugas pemantau pemilahan sampah, dengan skema satu petugas di setiap RW.

Petugas tersebut bertugas berkeliling ke rumah-rumah warga untuk memastikan pemilahan sampah organik dan anorganik berjalan dengan benar.

Setiap petugas harus memastikan pengolahan minimal 25 kilogram sampah organik per hari di tingkat kelurahan.

Dengan skema tersebut, setiap kelurahan bisa mengurangi beban sampah secara signifikan sebelum dikirim ke tempat pembuangan akhir.

“Targetnya memang berat, tapi ini harus dilakukan. Tidak ada solusi instan dalam persoalan sampah,” ujarnya.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Tinjau Proyek Pembangunan Ulang TPST untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Warga Bandung Waspada DBD

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bandung menunjukkan tren penurunan yang konsisten sejak 2023 hingga 2025.

Capaian tersebut menjadi hasil kerja bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan partisipasi aktif masyarakat.

Meski demikian, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengingatkan agar seluruh elemen warga tidak terlena dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus pada tahun-tahun mendatang.

Alhamdulillah, sejak 2023 sampai 2025 tren DBD di Kota Bandung terus menurun. Bahkan tahun ini tidak ada korban jiwa. Tapi justru di saat kondisi membaik, kita tidak boleh lengah,” ujar Farhan.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Tinjau Langsung Kesiapsiagaan Bencana dan Kesehatan di Kelurahan Pelindung Hewan

Peran RW Kunci Pengendalian DBD di Bandung

Farhan menekankan pentingnya peran pengurus RW sebagai garda terdepan dalam pengendalian DBD di lingkungan masing-masing.

Warga harus menerapkan 3M secara konsisten, yaitu menguras dan menyikat tempat penampungan air, menutup wadah air. Serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

“DBD memang tidak bisa diberantas sepenuhnya, tapi bisa dikendalikan. Target kita jelas, jangan sampai ada korban jiwa. Itu tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Baca Juga: Wali Kota Bandung, Farhan Himbau Warga untuk Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Cuaca Ekstrem

Pemkot Bandung Optimistis Kendalikan DBD

Melalui penguatan peran warga, edukasi berkelanjutan, dan sinergi lintas sektor, Pemerintah Kota Bandung optimistis mampu menghadapi potensi tantangan DBD ke depan dengan lebih siap dan tangguh.    Red

Komentar