Teguhkan Bela Negara: Wali Kota Bandung, Farhan Serukan Persatuan Hadapi Tantangan Bangsa

KABARHARMONI | BANDUNG, – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyerukan pentingnya persatuan dan ketangguhan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global dan nasional pada Peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tingkat Kota Bandung Tahun 2025.

Bela Negara: Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa

Dalam amanatnya, Farhan mengatakan, peringatan Hari Bela Negara merupakan momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen seluruh elemen bangsa. Dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Peringatan ke-77 Hari Bela Negara merupakan momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen kita. Dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara,” ujar Farhan di Balai Kota pada Jumat, 19 Desember 2025.

BACA JUGA: 258 Anggota Satlinmas Ikuti Pelatihan Bela Negara dan Tanggap Bencana di PUSDIKPOM

Menghadapi Tantangan Global dengan Solidaritas

Ia mengingatkan, setiap 19 Desember bangsa Indonesia mengenang berdirinya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi pada tahun 1948. Di tengah ancaman agresi militer yang mengancam keberlangsungan Republik Indonesia.

Peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa semangat bela negara mampu menjaga Indonesia tetap berdiri. Di mana pun dan di setiap pelosok tanah air,” katanya.

Tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”. Mendorong Farhan menilai, seluruh rakyat harus siap, disiplin, dan tangguh hadapi tantangan untuk majukan bangsa.

Farhan mengidentifikasi ketidakpastian global, rivalitas geopolitik, krisis energi, disrupsi teknologi, arus informasi yang mudah dimanipulasi, dan ancaman bencana alam sebagai tantangan bangsa.

“Ancaman ini bersifat kompleks, mulai dari yang konvensional hingga inkonvensional, jauh melampaui ancaman klasik yang selama ini kita kenal,” ujarnya.

BACA JUGA: Pimpinan DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya Jelaskan 4 Konsensus Kebangsaan; Pancasila, UUD 1945, NKRI serta Bhineka Tunggal Ika

Bela Negara Wujudkan Solidaritas dan Kepedulian

Farhan menekankan pentingnya semangat bela negara sebagai kekuatan kolektif seluruh warga negara untuk menghadapi ancaman inkonvensional. Seperti perang siber, radikalisme, dan ancaman dari dalam diri sendiri.

Pada kesempatan tersebut, Farhan juga mengajak seluruh masyarakat menunjukkan solidaritas. Kepada saudara-saudara di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang tengah menghadapi bencana alam.

“Kita tunjukkan kesiapsiagaan dan solidaritas kita kepada saudara-saudara kita yang tengah menghadapi bencana alam luar biasa,” ucapnya.

Fokus Utama: Penanganan Dampak dan Pemulihan

Ia menyebut, apa pun penyebab bencana, fokus utama saat ini adalah penanganan dampak dan pemulihan kondisi masyarakat terdampak.

“Apa pun penyebabnya, sekarang ini kita fokus pada penanganan akibatnya,” kata Farhan.

BACA JUGA: Pemerintah Kota Bandung Bergerak Cepat Pulihkan Infrastruktur Pasca-Unjuk Rasa

Bela Negara: Karya Nyata dan Solidaritas

Farhan minta warga negara wujudkan bela negara dengan aksi nyata, kepedulian, dan kesediaan memberi lebih.

“Inilah salah satu wujud nyata bela negara, sebagai fondasi untuk menegaskan bahwa persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa ini,” ujarnya.

Ia berharap momentum Hari Bela Negara dapat menjadi panggilan bersama untuk saling membantu, menumbuhkan solidaritas, serta memperkuat ketangguhan bangsa.

“Dengan karya nyata dan solidaritas yang tinggi. Kita dorong Indonesia yang kuat, Indonesia yang maju, dan Indonesia yang senantiasa mampu bangkit menghadapi berbagai tantangan,” tutur Farhan.    Red

Komentar