KABARHARMONI | BANDUNG, – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara resmi melantik 85 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pada Rabu, 24 Desember 2025.
Pemkot Bandung melakukan proses ini setelah membenahi administrasi yang sempat menyebabkan antrean pengisian jabatan.
7 Camat Baru Resmi Menempati Jabatan
Pelantikan ini termasuk tujuh camat yang sebelumnya berstatus pelaksana tugas (Plt).
7 pejabat menempati jabatan Camat:

– Lindu Prarespati Ananto, S.IP. (Camat Cibeunying Kaler)
– Drs. Yogiarto Yoharim, M.M. (Camat Bandung Kulon)
– Drs. Mochamad Edi Purwadi (Camat Cibeunying Kidul)
– Drs Mochamad Yudi Mulyana, M.Si. (Camat Bojongloa Kidul)
– Shinta Parmawati, S.STP., M.Si. (Camat Rancasari)
– Dra. Eulis Robbijah, M.Si. (Camat Antapani)
– Maulana Fatahudin, S.STP., M.Si. (Camat Cidadap)
Pelantikan Lancar Setelah Pembenahan

“Ini merupakan pelantikan yang sudah dinanti-nantikan, karena kemarin sempat kita melakukan pembenahan ulang secara administrasi. Sekarang sudah lancar lagi,” ujar Farhan di Balai Kota.
Dengan pelantikan ini, seluruh posisi kewilayahan esensial kini telah terisi.
BACA JUGA: Menunggu Persetujuan BKN dan Kemendagri: Rotasi dan Mutasi Jabatan Dahulukan Kepala Sekolah
Dua Fokus Utama: Integritas dan Pelayanan Publik
Farhan tekankan agar pejabat yang dilantik kuasai integritas dan hadapi kompleksitas perkotaan.
Integritas menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas pemerintahan di tengah tantangan beragam.

“Ada dua hal yang ditekankan. Pertama adalah integritas, karena sekarang ini memang sedang diuji masalah integritasnya. Kedua adalah kompleksitas perkotaan yang makin lama makin menyentuh banyak dimensi,” katanya.
BACA JUGA: Erwin: Sinergi dan Loyalitas Kunci Kepemimpinan yang Kuat, Tak Ada Matahari Kembar!
Isu Perkotaan Butuh Pendekatan Kolaboratif
Farhan menyebut persoalan sampah sebagai contoh isu perkotaan yang kompleks.
Sampah bukan hanya masalah lingkungan, tapi juga berkaitan dengan kepatuhan masyarakat, edukasi, serta pengelolaan lahan.
“Sampah itu bukan hanya masalah lingkungan, tapi juga masalah kepatuhan dan edukasi. Kalau mau konsisten, seharusnya setiap kelurahan punya satu lahan yang mampu mengolah sekitar 500 kilogram sampah per hari. Tapi ini persoalannya sangat kompleks,” jelasnya.
BACA JUGA: Farhan: Kepemimpinan Solid Menjadi Faktor Utama Mencapai Tujuan
Harapan untuk Pejabat Baru
Farhan tekankan pentingnya fokus pada pelayanan publik, kerja kolaboratif, dan implementasi kebijakan pimpinan bagi pejabat baru.
Jabatan bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah untuk memberikan kontribusi terbaik bagi warga Kota Bandung.

“Junjung tinggi integritas dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas,” tutup Farhan. (Danny)







Komentar