Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Sukamiskin: Drainase dan Sempadan Sungai Jadi Sorotan Utama

KABARHARMONI | BANDUNG, Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, kembali menjadi forum strategis untuk menginventarisasi persoalan kewilayahan.

Dalam dialog bersama unsur kewilayahan, sejumlah persoalan mendasar yang hingga kini masih menjadi keluhan warga, termasuk drainase dan sempadan sungai, menjadi sorotan utama.

Drainase dan Sempadan Sungai Jadi Fokus Utama

“Wilyah ini memang sebagian besar berupa kompleks perumahan. Masalah utamanya tetap soal drainase dan sempadan sungai yang menimbulkan keluhan banjir genangan,” ungkap Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, di Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Selasa, 6 Januari 2026.

Selain persoalan drainase, warga juga menyoroti isu lain yang cukup mendasar, yaitu kabel udara (kabel langit), penataan pepohonan, serta Penerangan Jalan Umum (PJU).

Sampai saat ini, PJU masih belum tertata merata, terutama di dalam kawasan perumahan.

BACA JUGA: Komitmen Wali Kota Bandung untuk Penertiban Bangunan di Sempadan Sungai

PJU Belum Merata, Pemkot Siapkan Survei Lapangan

“PJU-nya memang belum merata. Ada beberapa titik yang jarak antar lampunya terlalu jauh. Besok akan dipastikan langsung melalui survei lapangan,” ujarnya.

Sebagian besar persoalan PJU berada di dalam kompleks perumahan, yang sebagian telah berstatus PSU (Prasarana dan Sarana Umum).

Namun demikian, masih terdapat satu kawasan yang proses penyerahan PSU nya belum rampung, yakni Kompleks Sari Mas RW 17, yang tercatat sebagai satu-satunya kompleks lama di wilayah tersebut yang belum tuntas penyerahannya.

BACA JUGA: Sejumlah 40.000 PJU dan 15.000 PJL Di Kota Bandung, Profesional Pemeliharaan Oleh PT. Haleyora Powerindo

BACA JUGA: Pemkot Bandung Tawarkan Proyek bernilai Rp426,8 Miliar untuk 21.067 Titik Lampu Jalan

Pemkot Komitmen Tindaklanjuti Persoalan Kewilayahan

Melalui Siskamling Siaga Bencana ini, Pemerintah Kota menegaskan komitmennya menjadikan forum kewilayahan sebagai ruang konsolidasi persoalan perkotaan. Mulai dari infrastruktur dasar, tata kelola lingkungan, kebijakan kepegawaian, hingga isu strategis lintas sektor.

Pemerintah mengakhiri kegiatan dengan sesi dialog lanjutan bersama peserta berikutnya, yang menandai kesinambungan upaya mereka. Dalam menyerap aspirasi dan menangani setiap persoalan wilayah secara terukur dan bertahap.     Red

Komentar