Kepadatan Penduduk di Babakan Ciparay: Tantangan dan Peluang untuk Kota Bandung yang Lebih Tertata

KABARHARMONI | BANDUNG, – Kepadatan penduduk di Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, mencapai hampir 35 ribu jiwa yang tersebar di sembilan RW, menjadikan kelurahan ini sebagai salah satu yang terpadat di kota tersebut.

Kondisi ini tidak hanya menjadi potret nyata dinamika perkotaan, tetapi juga menghadirkan berbagai tantangan sosial yang kompleks.

Tantangan Sosial di Kawasan Padat

Lurah Babakan Ciparay, Tonny Sukmana, mengungkapkan bahwa kepadatan penduduk berpengaruh langsung terhadap munculnya persoalan sosial, seperti tingginya jumlah penerima bantuan sosial, keberadaan kawasan kumuh, hingga keterbatasan hunian layak.

BACA JUGA: Penurunan Penerima Bansos di Kota Bandung: Kemiskinan Turun, Data Lebih Akurat

“Kepadatan penduduk ini menjadi tantangan besar bagi kami dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Tonny Sukmana saat Siskamling Siaga Bencana ke-76.

BACA JUGA: Siskamling di Tamansari, Farhan: Pemkot Bandung Perkuat Pengelolaan Sampah serta Fokus Atasi Kepadatan Permukiman, Rutilahu dan Septic Tank

Penataan Kawasan sebagai Solusi

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa kepadatan penduduk bukan sekadar persoalan angka, tetapi berkaitan erat dengan kualitas hidup masyarakat.

Oleh karena itu, penanganannya membutuhkan pendekatan terpadu yang melibatkan berbagai sektor dan pemangku kepentingan.

“Kepadatan penduduk tidak bisa disikapi dengan satu kebijakan saja. Ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi warga agar solusi yang dihadirkan benar-benar berkelanjutan,” kata Farhan.

BACA JUGA: Wali Kota Bandung, Farhan Apresiasi Kemandirian dan Kekompakan Warga Margahayu Utara Membangun Kemandirian dengan Pokja “Solmetmu”

Data Kewilayahan sebagai Fondasi

Farhan juga menekankan pentingnya akurasi data kewilayahan dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran.

Data tersebut menjadi dasar dalam memastikan bantuan dan program pemerintah menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.

“Kita ingin setiap intervensi pemerintah tepat sasaran. Data yang kuat dari tingkat RW dan kelurahan adalah fondasi penting agar kebijakan tidak meleset,” ujarnya.

BACA JUGA: Wali Kota Farhan Tekankan Peran RW dalam Atasi Masalah Dasar Kota Bandung

Modal Sosial yang Kuat

Kelurahan Babakan Ciparay memiliki modal sosial yang kuat, meski menghadapi berbagai keterbatasan.

Peran aktif pengurus RW, tokoh masyarakat, serta semangat gotong royong warga menjadi kekuatan utama dalam menjaga kohesi sosial di tengah kepadatan yang tinggi.

“Tapi Alhamdulillah dengan peran aktif para pengurus RW, tokoh masyarakat serta gotong royong bisa menjadi kekuatan utama untuk menjaga kohesi sosial,” pungkas Tonny Sukmana.    Red

Komentar