Generasi Muda Indonesia 2045: Tantangan dan Harapan Menuju Indonesia Emas

KABARHARMONI | BANDUNG, Universitas Sangga Buana YPKP (USB) Bandung menggelar kuliah umum bertema “Menuju Indonesia 2045: Anak Muda, Demokrasi dan Pertahanan Bangsa” pada Kamis, 29 Januari 2026.

Acara ini menekankan tanggung jawab besar generasi muda dalam merawat masa depan bangsa di tengah berbagai tantangan struktural.

Tantangan Bangsa di Era Modern

Rektor USB YPKP Bandung, Dr. Didin Saepudin, menyatakan bahwa mahasiswa angkatan 2025 merupakan calon pemimpin dan penentu arah bangsa pada momentum Indonesia Emas 2045.

Ia menegaskan bahwa pertahanan bangsa di era modern tidak hanya berkaitan dengan kekuatan militer, tetapi juga mencakup aspek moral, karakter, ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, serta persatuan nasional.

“Ancaman terhadap bangsa bisa datang dalam bentuk hoaks, radikalisme, perpecahan, dan ketertinggalan teknologi. Semua itu hanya bisa dihadapi oleh generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berintegritas,” ujar Dr. Didin.

BACA JUGA: USB YPKP Luluskan 921 Wisudawan, Siap Hadapi Era Digital dan Wujudkan Indonesia Emas 2045

Kesiapan Generasi Muda

Wakil Rektor III USB YPKP Bandung, Dr. Nurhaeni Sikki, meminta para mahasiswa bertransformasi menjadi warga negara yang beretika, sadar politik, dan tangguh menghadapi ancaman non-tradisional.

“Kualitas masa depan Indonesia ditentukan oleh kapasitas intelektual dan kepedulian sosial mahasiswa. Universitas berkomitmen menjadi wadah dialektika bagi mahasiswa untuk tumbuh menjadi pemimpin merdeka yang siap menjaga kedaulatan serta kepentingan nasional,” katanya.

BACA JUGA: USB YPKP Bandung Siap Cetak Lulusan Berdaya Saing Global dengan Semangat Kebangsaan

Tantangan Ekologi dan Demokrasi

MS. Kaban, Mantan Menteri Kehutanan era SBY, memperingatkan, “Tutupan hutan Jawa Barat tinggal 19% – ini ancaman nyata!”

Pemerintah mencabut izin 28 perusahaan, tapi operasi mereka tetap berjalan. Cabut izin tapi operasi legal, apa namanya? Ini pelegalan ilegal!” sindirnya.

Refly Harun menyoroti kriminalisasi kebebasan berpikir.

“Kalau ada pemerintahan yang masih mengkriminalkan orang berpikir, pasti negara itu demokrasinya sontoloyo,” ujarnya.

BACA JUGA: Transformasi 20 Tahun Menghasilkan Prestasi Gemilang, USB YPKP Raih Akreditasi Unggul

Geopolitik dan Ekonomi

Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo memperingatkan bahwa persaingan sumber daya global akan makin sengit akibat ledakan penduduk dunia.

Ia mempertanyakan apakah generasi muda akan menjadi pewaris Republik atau “budak bangsa asing”.

Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti paradoks antara pencitraan dan realitas.

“Potensi kita mengalami crash. Secara real, kita mengalami pembusukan dalam ekonomi,” ujar Rocky.

Kuliah umum ini mengungkapkan bahwa ancaman multidimensi mewarnai perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.

Para pembicara sepakat, kita harus siapkan generasi muda dengan karakter kuat, nalar kritis, keberanian moral, dan kepedulian terhadap lingkungan serta keadilan sosial agar bonus demografi jadi kekuatan.     Red

Komentar