KABARHARMONI | BANDUNG, – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung terus memperkuat sistem penerangan jalan umum (PJU) untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Sepanjang tahun 2025, Dishub Bandung mencatat ribuan titik PJU dan lampu penerangan jalan (PJL) telah diperbaiki dan dibangun di berbagai wilayah Kota Bandung.
Perbaikan PJU 24 Jam
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Transportasi Dishub Kota Bandung, Panji Kharismadi, mengatakan, perbaikan PJU dilakukan secara berkelanjutan dengan sistem kerja 24 jam.
Tim Dishub dibagi dalam beberapa regu piket, mulai dari pagi hingga malam hari. Serta selalu siaga di kantor untuk menangani kejadian yang bersifat darurat.

“Kalau untuk perbaikan jumlahnya ribuan. Tim kami bergerak 24 jam, ada piket pagi, siang, malam, dan kami standby apabila ada gangguan yang sifatnya mendesak,” ujar Panji.
Pembangunan PJU Baru
Selain perbaikan, Dishub juga membangun PJU dan PJL baru sepanjang 2025.
Berdasarkan data, pembangunan PJU tahun 2025 melalui usulan reses DPRD Kota Bandung mencapai 88 tiang dengan 742 titik PJL.
Sedangkan melalui Musrenbang, dibangun 413 tiang PJU dengan 3.364 titik PJL.
BACA JUGA: Pemkot Bandung Tawarkan Proyek bernilai Rp426,8 Miliar untuk 21.067 Titik Lampu Jalan
Fokus pada Jalan Lokal dan Permukiman
Panji menjelaskan, mayoritas pembangunan PJU dari usulan reses dan Musrenbang difokuskan pada jalan-jalan lokal dan kawasan permukiman warga.
Hal ini karena kebutuhan penerangan di lingkungan tempat tinggal dinilai paling mendesak oleh masyarakat.
“Warga biasanya mengusulkan PJU di sekitar domisilinya, di jalan-jalan lokal. Karena itu, sebagian besar usulan reses dan Musrenbang memang berada di wilayah permukiman,” jelasnya.

BACA JUGA: Dinas Perhubungan Kota Bandung Tingkatkan Penerangan Jalan untuk Keamanan Warga
Inisiatif Pembangunan PJU Strategis
Dishub juga menginisiasi pembangunan PJU di sejumlah ruas jalan strategis yang memiliki tingkat kerawanan tinggi dan aktivitas ekonomi malam hari.
Di antaranya Jalan Ciliwung di belakang Gedung Sate, kawasan Rajawali Timur. Serta sepanjang Jalan Sukabumi dari Simpang Jalan Jakarta hingga Simpang Laswi.
BACA JUGA: Pemkot Bandung Ajukan Izin untuk Perbaikan Infrastruktur Jalan dan PJU ke Pemerintah Pusat
Program Penerangan Jalan Gang
Dishub juga menginisiasi program Penerangan Jalan Gang (PJG) sebagai solusi bagi permukiman padat dengan gang sempit.
Pada 2025, program percontohan PJG dilaksanakan di delapan lokasi dengan total 120 tiang, masing-masing lokasi dibangun 15 tiang.
BACA JUGA: Ketua Komisi III DPRD, Agus Hermawan Pastikan Penerangan Jalan Utama Kota Bandung Berfungsi Optimal
Tantangan dan Solusi
Panji mengungkapkan, masih maraknya pencurian komponen PJU, terutama kabel bawah tanah dan isi box panel yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dishub berkolaborasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP). Serta BPBD Kota Bandung dalam kegiatan pemangkasan pohon.
BACA JUGA: Komisi I DPRD Kota Bandung Tekankan Pentingnya Sinergitas dan Inovasi dalam Pembangunan
Target 2026

Memasuki tahun 2026, Dishub menargetkan pembangunan PJU dan PJL dengan skala yang lebih besar.
Berdasarkan perencanaan, pembangunan PJU melalui reses DPRD pada 2026 ditargetkan sebanyak 262 tiang dengan 915 titik PJL.
Sementara melalui Musrenbang direncanakan 536 tiang PJU dengan 2.925 titik PJL.
Masyarakat dapat melaporkan gangguan PJU melalui nomor 0811-2022-3399.
“Kami mengapresiasi partisipasi warga yang aktif melaporkan gangguan PJU. Laporan masyarakat sangat membantu kami menjaga Kota Bandung tetap terang dan aman,” pungkas Panji. Red







Komentar