KABARHARMONI | BANDUNG, – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turun langsung mendengarkan keluhan warga terkait banjir kiriman yang kerap melanda Kelurahan Pasir Endah, Kecamatan Ujungberung, dalam kegiatan Siskamling Siaga Bencana, Senin, 26 Januari 2026.
BACA JUGA: Wali Kota Bandung, Farhan: Format Siskamling Diubah menjadi Forum Dengar Pendapat Berbasis Data
Banjir Kiriman di Pasir Endah Menjadi Sorotan
Lurah Pasir Endah Imas Komarliawati menjelaskan, titik banjir tersebar di beberapa wilayah. Terutama di RW 2, RW 7, dan yang paling parah di RW 6.
Banjir tersebut bukan semata akibat hujan lokal, melainkan kiriman dari wilayah hulu yang berada di perbatasan Kabupaten Bandung.
Imas menggambarkan kondisi pertemuan anak sungai dan cucu sungai yang tidak seimbang.
Saat debit air dari hulu meningkat, aliran sungai yang lebih kecil tidak mampu menampung air. Sehingga meluap ke kawasan permukiman warga.

“Air dari hulu mencari titik terendah. Ketika anak sungai tidak mampu menahan, air meluap ke cucu sungai dan masuk ke permukiman,” ujar Imas.
BACA JUGA: Pemkot Bandung Perkuat Mitigasi Bencana Longsor di Pasirwangi dengan Pemetaan Risiko Spesifik
Farhan Pastikan Solusi Tepat Setelah Survei Lapangan
Menanggapi hal tersebut, Farhan menyatakan tidak akan mengambil keputusan kebijakan sebelum memahami persoalan secara menyeluruh.
Ia memastikan akan melakukan survei lapangan langsung ke titik-titik banjir pada Selasa, 27 Januari 2026.

“Samemeh mutuskeun kebijakan, abdi kedah ngartos heula akar masalahna naon. Aya sababaraha titik anu memang penyelesaianna rumit,” kata Farhan.
Tim teknis telah membahas opsi penggunaan pintu klep dan pompa air dengan kapasitas sekitar 150 liter per detik untuk mempercepat aliran air.
Namun Farhan menekankan solusi tersebut harus tetap berdasar pada hasil survei lapangan.
BACA JUGA: Untuk Atasi Banjir di Cimincrang, Pemkot Bandung Siapkan Pompa Air dan Pengerukan Sungai
Penanganan Permanen di RW 2 dan RW 6
Farhan juga meminta agar timnya menindaklanjuti penanganan sementara di RW 2, berupa pengangkatan material sungai, dengan perencanaan penanganan permanen, selain RW 6.
“Besok sekalian kita cek semuanya,” ujarnya. Red







Komentar