Wali Kota Bandung, Farhan: Format Siskamling Diubah menjadi Forum Dengar Pendapat Berbasis Data

KABARHARMONI | BANDUNG, Siskamling di Kota Bandung semakin berevolusi.

Siskamling kini bukan hanya menjaga malam tetap aman, tetapi juga memastikan Bandung siap menghadapi tantangan lingkungan, kesehatan, dan tata kota secara lebih terukur dan kolaboratif.

Format Baru Siskamling

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengubah format Siskamling menjadi forum dengar pendapat berbasis data.

“Sejak kemarin format Siskamling kita ubah. Bukan hanya keliling atau jaga malam, tapi forum dengar pendapat berbasis data. Pemerintah harus bekerja dari fakta lapangan, bukan cuma dari cerita,” ujarnya.

Baca Juga: Wali Kota Bandung: Siskamling Bukan Hanya Ronda Malam, Tapi Tanda Gotong Royong yang Hidup

Data dan Fakta Lapangan

Dari Lurah Kelurahan Merdeka, Tri Priyanto Manunggal, terungkap data yang cukup mengejutkan.

Di wilayahnya memiliki lebih dari 4.000 pohon yang berpotensi menjadi ancaman saat angin kencang.

Selain itu, banjir yang berulang terjadi di RT 1 dan RT 2 (RW 5) karena penyempitan saluran air di jalur Jalan Ahmad Yani.

Baca Juga: Inovasi Laci RW: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Ingin Wujudkan Kota Berbasis Data untuk Kesejahteraan dan Mitigasi Bencana

Tindak Lanjut

Farhan merespons cepat. “Catat. Kita akan turun ke lapangan untuk cek drainase dan lokasi banjir. Jangan tunggu hujan besar berikutnya,” tegasnya.

Isu lain yang mencuat adalah keberadaan TPS liar di Gudang Selatan. Pihak yang tidak bertanggung jawab banyak membuang sampah sembarangan selama ini.

Baca Juga: Pengendalian Sampah, Farhan: Bagian dari Mitigasi Bencana yang Harus Dilakukan secara Sistematis oleh Seluruh Masyarakat

Inovasi dan Kolaborasi

RW 05 juga memiliki inovasi pengelolaan sampah organik berupa Hanggar Maggot dengan kapasitas maksimal hingga 500 kilogram per hari.

Wali Kota menyebut inovasi ini selaras dengan arah kebijakan Kota Bandung yang tengah menyiapkan status tanggap darurat sampah.

Baca Juga: Wali Kota Bandung, Farhan Apresiasi Kemandirian dan Kekompakan Warga Margahayu Utara Membangun Kemandirian dengan Pokja “Solmetmu”

Siskamling: Keamanan dan Lingkungan Terintegrasi

Farhan memperluas konsep siskamling di Bandung melalui forum ini.

Bukan hanya soal keamanan semata saja, tetapi juga mitigasi banjir, pengelolaan sampah, kesiapsiagaan kebakaran, pengawasan fasilitas publik, dan perlindungan lingkungan.

“Keamanan itu bukan hanya soal maling. Lingkungan yang kotor, saluran mampet, pohon rawan tumbang, dan buangan sampah sembarangan – itu semua juga ancaman. Jadi Siskamling harus berkembang,” tuturnya.    Red

Komentar