Sambut HJKB 216, Pemkot Bandung Tebar Tarif Rp216 untuk Bandros dan TMB Selama 3 Hari

KABARHARMONI | BANDUNG, – Pemerintah Kota Bandung memberikan kado istimewa bagi warga dan wisatawan dalam peringatan Hari Jadi ke-216 Kota Bandung (HJKB).

Pemkot Bandung secara resmi memberlakukan tarif spesial hanya Rp216 untuk layanan wisata Bus Bandros dan Trans Metro Bandung (TMB).

Kebijakan tarif murah ini berlaku selama tiga hari penuh, mulai Jumat hingga Minggu, 25 sampai 27 September 2026.

Masyarakat dapat menikmati promo tersebut melalui pembayaran non-tunai menggunakan QRIS.

Tarif Spesial Sebagai Bentuk Apresiasi Pemkot

Kepala Subbagian Tata Usaha BLUD Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bandung, Ade Surya, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat.

“Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan Kota Bandung memberikan harga khusus untuk Trans Metro Bandung dan Bandros sebesar Rp216. Tarif ini berlaku melalui pembayaran non-tunai atau QRIS,” ujar Ade di Balai Kota Bandung, Rabu 23 September 2026.

Ia menambahkan, promo tersebut tidak membatasi asal penumpang.

Oleh karena itu, warga Bandung maupun wisatawan luar daerah dapat memanfaatkan layanan ini tanpa syarat KTP.

“Tidak ada syarat khusus seperti KTP Bandung. Ini bisa dinikmati oleh warga Kota Bandung maupun wisatawan dari luar Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung memberikan kesempatan kepada semua masyarakat untuk menikmati layanan ini,” katanya.

BACA JUGA: Pemkot Bandung dan PT PBB Luncurkan Rute Wisata Baru “JajaP on Bandros”, Menggabungkan Sejarah dan Kebanggaan Persib

Jadwal dan Titik Keberangkatan Bandros Selama Promo

Dinas Perhubungan Kota Bandung mengatur jadwal operasional Bandros secara khusus selama periode promo.

Dinas Perhubungan Kota Bandung menyiapkan dua titik keberangkatan Bandros untuk 25 September 2026, yakni Alun-alun Bandung dan kawasan Diponegoro.

Layanan itu berjalan mulai pukul 10.30 hingga 16.00 WIB.

Dinas Perhubungan memperluas layanan Bandros pada 26 dan 27 September 2026.

Layanannya tersedia di tiga titik keberangkatan: Alun-alun Bandung, Diponegoro, dan Braga.

Untuk titik Alun-alun dan Diponegoro, jam operasional berlangsung pukul 08.00–16.00 WIB. Sementara titik Braga melayani lebih lama hingga pukul 21.00 WIB.

“Di hari Sabtu dan Minggu ada layanan Bandros malam khusus dari titik Braga. Kalau dari Alun-alun dan Diponegoro tetap sampai pukul 16.00 WIB,” jelas Ade.

Untuk mengoptimalkan pelayanan, Dinas Perhubungan menyiapkan 12 armada Bandros dan satu armada cadangan.

Kemudian, petugas akan menyebar armada tersebut ke tiga titik keberangkatan.

“Kami sebar di tiga titik keberangkatan agar pelayanan tetap optimal,” ujarnya.

Layanan TMB Tetap Normal dengan Tarif Rp216

Sementara itu, Dinas Perhubungan memastikan layanan Trans Metro Bandung (TMB) tetap berjalan normal.

TMB akan beroperasi di lima koridor yang ada mulai pukul 06.00 hingga 16.00 WIB.

Selain itu, seluruh koridor TMB juga menerapkan tarif promo Rp216.

BACA JUGA: Cara Mudah dan Hemat, Nikmati Layanan Bus Metro Jabar Trans Hanya dengan Rp4.900!

Pembayaran Wajib QRIS dan Cara Membedakan Bandros Resmi

Ade menegaskan, pembayaran tarif promo hanya menggunakan QRIS dan tidak menerima uang tunai.

Namun, petugas akan membantu masyarakat yang mengalami kendala transaksi digital.

“Kami tidak menerima pembayaran tunai. Semua menggunakan QRIS. Namun petugas akan membantu masyarakat yang mungkin tidak membawa telepon genggam atau mengalami kendala saat pembayaran,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat agar cermat membedakan armada Bandros resmi milik Pemkot.

Menurutnya, armada resmi berjumlah 12 unit dan berciri pelat nomor berwarna kuning.

Hanya armada tersebut yang memberlakukan tarif Rp216.

“Bandros yang dikelola pemerintah cirinya pelat nomor kuning. Itu yang mendapatkan tarif khusus Rp216. Kami harap masyarakat bisa membedakan dengan armada lain yang tidak dikelola oleh Dinas Perhubungan,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, Dinas Perhubungan juga menyiagakan petugas di setiap titik untuk mengatur antrean.

“Kami siapkan petugas di lapangan untuk membantu masyarakat, mengatur antrean, dan memastikan pelayanan berjalan lancar selama program tarif khusus ini berlangsung,” ujar Ade.     Red

Komentar