KABARHARMONI | BANDUNG, – Universitas Sangga Buana [USB] YPKP Bandung menegaskan komitmennya sebagai kampus hijau.
Komitmen tersebut terwujud melalui penyelenggaraan kuliah umum bertema “Dari Green Campus ke Green Industry: Menyiapkan Talenta Inovatif dan Berkelanjutan” di Gedung Serbaguna USB YPKP Bandung, Selasa (29/9/2026).
Acara ini menghadirkan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara I atau PTPN I, Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.M., M.S., M.Si., IPU., ASEAN Eng., sebagai narasumber utama.
Melalui kuliah umum ini, USB YPKP menjembatani pemahaman akademis di kampus dengan kebutuhan nyata dunia industri hijau.(Persero)
Jembatani Teori Kampus dan Kebutuhan Industri Hijau
Transformasi menuju industri hijau kini menjadi keharusan.
Tuntutan pencapaian target Net Zero Emission serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance [ESG] mendorong perubahan masif di sektor industri global dan nasional.
Saat ini, industri bergerak menuju Green Industry yang fokus pada efisiensi sumber daya, pengurangan emisi, dan pengelolaan limbah berkelanjutan
Di sisi lain, perguruan tinggi memegang peran krusial sebagai laboratorium hidup [living lab] tempat mindset mahasiswa terbentuk.
Namun, kesenjangan antara teori di kampus dan realitas industri masih sering terjadi.

“Kuliah umum ini bagian dari pengabdian kami dari PTPN I. Bagaimana membuka ruang kerja sama, khususnya dalam mendorong terbangunnya kampus hijau, yang kemudian nanti bisa disalurkan pada saatnya mahasiswa yang sudah selesai kuliah dan menjadi sarjana bisa mengembangkan aspek industri hijau. Karena itu berangkatnya dari kampus,” ujar Abdul Rivai Ras.
BACA JUGA: Rayakan Dies Natalis ke-20, USB YPKP Bandung Tegaskan Komitmen “Unity for Excellence and Impact”
Komitmen Nyata USB YPKP: Dari Ribuan Pohon hingga Energi Surya
Rektor USB YPKP Bandung, Prof. Diana Sari, menegaskan bahwa kampusnya menjadikan Green Campus sebagai program unggulan.
Oleh karena itu, pihaknya telah menjalankan berbagai inisiatif berkelanjutan.

“Kami seperti gayung bersambut. Kami sudah memiliki program dan ternyata PTPN I pun juga concern terhadap climate change dan isu lingkungan,” ujar Prof. Diana.
Selanjutnya, Prof. Diana memaparkan capaian tersebut.
Kampus telah menanam lebih dari 1.000 pohon melalui program Green Action dan merencanakan penanaman 1.000 pohon tambahan di kawasan Bandung Utara yang mengalami pengundulan.
Selain itu, terkait indikator Green Campus seperti panel surya dan bank sampah digital, USB YPKP telah terpilih sebagai satu dari lima universitas di Jawa Barat untuk program KKN pengelolaan sampah di Kota Bandung.
Kampus juga telah mengembangkan produk panel surya karya dosen internal meski masih dalam skala terbatas.
“Kami biasakan untuk bagaimana kita save energy di sini, pengelolaan air, pengelolaan listrik di kampus, tetapi bukan hanya itu, tetapi juga bagaimana menggunakan teknologi dalam pengelolaan energy saving,” tambahnya.
BACA JUGA: USB Green Action Donasikan 1.000 Pohon untuk Konservasi KBU
Peluang Karir Lintas Jurusan dan Riset Gratis di PTPN I
Abdul Rivai Ras menjelaskan, transisi industri hijau justru membuka peluang karir luas bagi mahasiswa lintas disiplin ilmu.
Industri hijau tidak hanya membutuhkan keahlian teknis, tetapi juga keahlian sosial.
“Kita juga butuh keilmuan-keilmuan bukan dari sisi yang bersifat teknis, tetapi yang berhubungan dengan keahlian sosial juga kita butuhkan. Karena kita di perkebunan juga mengakomodasi masyarakat yang ada di lingkungan itu, konteks bagaimana mereka bisa mendapatkan perhatian dari sisi sosial dan environment,” jelasnya.
Untuk itu, PTPN I membuka ruang kolaborasi luas.
Perusahaan menawarkan fasilitas riset gratis di lahan perusahaan, pemanfaatan lahan tidur menjadi produktif, hingga program magang.
Sebagai contoh, mahasiswa Informatika dapat mengaplikasikan kemampuan Internet of Things pada sektor perkebunan.
“Kami membuka ruang, kemudian lahan-lahan kami yang tidur itu bisa dibuat produktif, bisa ditanami, bisa bekerja sama,” ujar Abdul Rivai.
Mahasiswa menyambut antusias peluang tersebut.
Raffael Mikyal Ashtariq, mahasiswa Jurusan Teknik Elektro USB YPKP Bandung, mengaku mendapatkan gambaran baru tentang penerapan ilmunya.

“Sebagai mahasiswa Teknik Elektro, saya jadi melihat bahwa ilmu yang kami pelajari bisa diterapkan langsung di industri. Kalau ada kesempatan riset atau magang di PTPN I, tentu menarik karena kami bisa belajar dari persoalan nyata di lapangan, tidak hanya dari teori di kampus,” ujar Raffael.
Tantangan dan Peran Green Financing
Di balik peluang besar, transformasi industri hijau di sektor perkebunan menghadapi tantangan.
Perusahaan tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga harus menjaga keseimbangan aspek sosial dan lingkungan.
“Semakin banyak yang peduli tentang perkebunan, semakin kami berusaha mencoba menjaga aset kami, dan juga mendorong urusan-urusan ketahanan pangan maupun ketahanan energi,” ungkap Abdul Rivai.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya green financing.
Menurutnya, perusahaan yang ingin menembus pasar internasional wajib berbasis prinsip eco-friendly.
“Green financing itu dibutuhkan ketika perusahaan-perusahaan ingin mendapatkan bantuan, market, dan pasar di dunia internasional. Itu harus berbasis pada eco-friendly, berbasis pada konteks hijau, bisnis industri hijau. Nah, itu bisa diedukasi mulai dari kampus,” paparnya.
BACA JUGA: Universitas Sangga Buana (USB) Ukir Prestasi Internasional dalam TPIDN 2025
Apresiasi untuk Langkah Visioner USB YPKP
Pada akhirnya, Abdul Rivai memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah visioner USB YPKP Bandung.
Ia menilai tidak banyak kampus yang aktif membangun komunikasi dengan BUMN untuk mendorong agenda keberlanjutan.
“Ini sesuatu yang luar biasa. Saya mengapresiasi ada upaya-upaya kampus seperti ini, bagaimana mendorong terbangunnya yang disebut dengan Green Campus. Ini akan memicu atau memberi pesan bahwa ke depan kampus ini akan concern dalam masalah-masalah bisnis hijau,” tuturnya.
Ia berharap kolaborasi akademis dan industri terus menguat, tidak hanya melalui kuliah umum, tetapi juga riset bersama, magang, dan proyek berbasis solusi lingkungan.
Dengan sinergi ini, USB YPKP dan PTPN I membuka jalan lahirnya talenta inovatif yang berwawasan lingkungan dan kompetitif di pasar global. Red







Komentar