KABARHARMONI | SUKABUMI, – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menaruh perhatian besar pada pembenahan tata kelola dan penguatan integritas untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD R. Syamsudin, S.H.
Ia meminta manajemen mengelola keuangan secara transparan, mengevaluasi kerja sama operasional, serta memperkuat kedisiplinan pegawai.
Ayep menegaskan hal tersebut saat menjadi pembina upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-106 RSUD R. Syamsudin, S.H. yang panitia rangkaikan dengan pembukaan Boenoet Fest 2026 di Lapangan Apel Tanjung, Kota Sukabumi, Sabtu (10/10/2026).
Momentum Evaluasi di Usia 106 Tahun
Menurut Ayep, usia lebih dari satu abad membuktikan panjangnya pengabdian rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Namun, ia menilai perjalanan tersebut harus menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja institusi, terutama dalam aspek keuangan, manajemen, operasional, dan mutu pelayanan.
“Rumah sakit harus sehat. Sehat keuangannya, sehat manajemennya, sehat operasionalnya, sehat pelayanannya, dan sehat pula hubungan antarlembaganya. Seluruh aspek tersebut harus berjalan seiring agar rumah sakit mampu memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat,” ucap Ayep.
Ia menegaskan, prinsip kebenaran, kejujuran, dan keadilan harus menjadi landasan dalam pengelolaan organisasi maupun pelaksanaan pelayanan publik.
Prinsip tersebut, kata dia, berlaku bagi seluruh jajaran tanpa terkecuali sebagai bagian dari upaya membangun institusi yang profesional dan bertanggung jawab.
BACA JUGA: PWI Jabar Kecam Oknum Mengaku Wartawan Amuk di SDN 2 Sukaraja, Desak Aparat Proses Hukum
Soroti Transparansi Keuangan dan Evaluasi KSO
Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah pengelolaan keuangan rumah sakit.
Ayep meminta setiap sumber daya agar pengelola kelola secara efisien dan akuntabel sehingga dapat mendukung kebutuhan operasional sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien.
Selain itu, ia menyoroti kerja sama operasional (KSO) yang perlu jajaran manajemen tinjau secara cermat berdasarkan efektivitas, manfaat, dan pertanggungjawabannya.
Evaluasi tersebut diharapkan memastikan setiap bentuk kerja sama memberikan manfaat nyata bagi rumah sakit, termasuk dalam menunjang operasional dan kesejahteraan petugas.
“Setiap bentuk kerja sama harus dievaluasi berdasarkan manfaat dan efektivitasnya. Pengelolaan yang transparan dan akuntabel diperlukan agar sumber daya rumah sakit benar-benar mendukung keberlangsungan operasional serta peningkatan pelayanan,” katanya.
BACA JUGA: Dukung Hari Indonesia Menabung 2026, BRI BO Sukabumi Edukasi Keuangan ke 3 Sekolah
Perkuat Disiplin Pegawai dan Kualitas Layanan
Ayep juga menekankan pentingnya kedisiplinan pegawai dalam mendukung kinerja organisasi.
Ia memastikan pemantauan kehadiran karyawan akan berjalan sebagai bagian dari upaya membangun budaya kerja yang profesional, konsisten, dan berintegritas.
Di sisi pelayanan, ia mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta penguatan koordinasi antarsatuan kerja.
Ia berharap pelayanan rumah sakit semakin aman, cepat, transparan, dan ramah dengan tetap menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai prioritas.
Ia menilai, pembenahan rumah sakit tidak dapat hanya mengandalkan jajaran manajemen, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan lainnya hingga petugas pendukung.
Semangat Berkarya di HUT ke-106 dan Boenoet Fest 2026
Peringatan HUT ke-106 RSUD R. Syamsudin, S.H. tahun ini mengusung tema “Inspire, Care, Unite, Harmony in Service” dengan semangat “Berkarya, Berprestasi, 106 Tahun Mengabdi”.
Jajaran manajemen rumah sakit, Dewan Pengawas, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, tenaga kesehatan, seluruh civitas hospitalia, serta sejumlah mitra dari sektor perbankan dan badan usaha milik daerah, termasuk Bank BJB, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Perumda, menghadiri kegiatan tersebut.
Rangkaian acara juga panitia tandai dengan pembukaan Boenoet Fest 2026 sebagai bagian dari perayaan hari jadi rumah sakit.
Dalam amanatnya, Ayep turut menyinggung tantangan pembangunan Kota Sukabumi, termasuk persoalan pengangguran pada berbagai kelompok usia dan latar belakang pendidikan.
Ia mengingatkan pentingnya peran setiap institusi dalam mendukung pembangunan daerah melalui kinerja yang terarah dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Saya berharap RSUD R. Syamsudin, S.H. mampu memperkuat tata kelola, meningkatkan profesionalisme pegawai, serta menjaga keberlanjutan pelayanan kesehatan. Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan peran rumah sakit dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat Kota Sukabumi dan sekitarnya,” pungkas Ayep. Red







Komentar