Jelang Hari Jadi ke-216 Kota Bandung, Pemkot Bandung Gelar Bebersih Serentak di 30 Kecamatan

KABARHARMONI | BANDUNG, – Pemerintah Kota Bandung menggelar kegiatan Bebersih Bandung secara serentak di 30 kecamatan, 151 kelurahan, serta seluruh perangkat daerah, Jumat 18 September 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Jadi ke-216 Kota Bandung (HJKB)yang akan berlangsung pada 25 September mendatang.[Pemkot]

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memimpin langsung gerakan tersebut.

Menurutnya, kegiatan bebersih yang terlaksana sepekan sebelum peringatan HJKB telah menjadi tradisi sekaligus momentum untuk memperkuat budaya menjaga kebersihan lingkungan di tengah masyarakat.

“Sebagai sebuah tradisi, satu minggu sebelum ulang tahun Kota Bandung kita mengerahkan warga semuanya untuk bebersih. Ini juga sebagai persiapan menyambut akhir pekan yang cukup sibuk karena ada banyak event di Kota Bandung,” ujar Farhan di Bandara Husein Sastranegara Bandung.

BACA JUGA: Pemkot Bandung Luncurkan “Solidarity in Harmony” Sambut Hari Jadi ke-216 Kota Bandung

Budaya Jumsih Sudah Melekat Setelah 20 Pekan

Farhan menilai pelaksanaan Jumat Bersih kali ini terasa lebih ringan.

Pasalnya, masyarakat telah terbiasa melakukan kegiatan serupa secara rutin selama lebih dari 20 pekan terakhir.[Jumsih]

“Sekarang Jumsih ini menjadi sangat ringan karena sudah lewat 20 minggu setiap minggu subuh kita bersih. Kebiasaan dan pembiasaannya sudah berjalan. Saya senang karena budaya ini sudah begitu melekat dan bisa diterima oleh seluruh masyarakat,” katanya.

Oleh karena itu, Farhan berharap semangat gotong royong yang terus tumbuh di tengah masyarakat dapat menjadi modal penting dalam menyambut HJKB ke-216.

“Mudah-mudahan minggu depan saat kita merayakan Hari Jadi ke-216 Kota Bandung, semuanya betul-betul siap dan bersih,” ungkapnya.

BACA JUGA: Sumirat Bandung Citylight Carnival Menyedot Perhatian Ribuan Warga Padati Jalan Braga hingga Tegalega, Meriahkan Malam Kota

Sampah Daun dan Plastik Dominan, Pemkot Pilah Sejak Sumber

Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan sampah yang paling banyak di lapangan.

Sampah daun dan plastik mendominasi temuan di lapangan.

Selanjutnya, Pemkot Bandung menerapkan pemilahan sampah sejak dari sumber untuk memaksimalkan proses pengolahan.

“Sampah yang paling banyak ditemukan itu daun dan plastik. Karena itu kita pisahkan. Sampah plastik ada yang bernilai tinggi dan bernilai rendah. Yang bernilai rendah kita masukkan ke pabrik RDF, sedangkan yang bernilai tinggi kita bawa ke tempat daur ulang,” jelas Farhan.

Ia juga menilai partisipasi masyarakat dalam kegiatan Bebersih Bandung terus menunjukkan tren positif.

Bahkan sejak pagi hari, warga sudah mulai turun ke lingkungan masing-masing untuk ikut membersihkan kawasan sekitar.

“Partisipasi masyarakat sangat antusias. Sebelum pukul 06.30 WIB warga sudah ramai keluar rumah. Saya sejak subuh berkeliling melihat langsung, dan memang ramai warga yang ikut serta membersihkan lingkungan,” tuturnya.

Farhan menambahkan, antusiasme warga tersebut menunjukkan bahwa gerakan kebersihan tidak lagi sekadar program pemerintah, melainkan telah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Kota Bandung.     Red

Komentar