Pemkot Bandung Luncurkan “Solidarity in Harmony” Sambut Hari Jadi ke-216 Kota Bandung

KABARHARMONI | BANDUNG, – Menjelang peringatan Hari Jadi ke-216 Kota Bandung pada 25 September 2026, Pemerintah Kota Bandung resmi memperkenalkan identitas visual baru.

Tahun ini, HJKB mengusung tajuk “Solidarity in Harmony” sebagai cerminan semangat kota yang terus tumbuh dari keberagaman.

Peluncuran identitas visual ini sekaligus menjadi penanda bahwa perayaan HJKB tidak hanya menjadi agenda seremonial.

Lebih dari itu, Pemkot memosisikan HJKB ke-216 sebagai momentum untuk menegaskan kembali karakter Bandung sebagai ruang bersama yang inklusif dan produktif.

“Solidarity in Harmony”: Bandung sebagai Ruang Bersama

Pemkot secara khusus memilih tagline “Solidarity in Harmony” untuk menggambarkan esensi Kota Bandung.

Di dalamnya, warga, komunitas, pelaku ekonomi kreatif, seniman, hingga berbagai gagasan memiliki ruang untuk bertemu, berinteraksi, dan bergerak bersama.

Secara konseptual, kata “Solidarity” merepresentasikan relasi dan kebersamaan.

Melalui kebersamaan itulah warga dan komunitas dapat membangun kekuatan kolektif.

Sementara itu, Pemkot tidak memaknai “Harmony” sebagai keseragaman.

“Harmony justru menggambarkan kemampuan untuk mengelola perbedaan sehingga dapat menjadi kekuatan dan menghasilkan sesuatu yang produktif.”

BACA JUGA: Bandung Berpesta 215: Ribuan Warga Rayakan Hari Jadi Kota dengan Musik dan Kepedulian

Dari Paris van Java hingga Kota Kreatif: Jejak Titik Balik Bandung

Identitas baru ini tidak lahir begitu saja.

Berbagai titik balik dalam sejarah panjang Kota Bandung membentuk akar identitas tersebut.

Secara historis, Bandung lahir sebagai pusat pemerintahan pada 1810.

Kemudian dunia mengenal kota ini sebagai Paris van Java pada 1928.

Perjalanan berlanjut dengan peristiwa heroik Bandung Lautan Api pada 1946 dan Konferensi Asia-Afrika pada 1955.

Memasuki era modern, sejak 2008 Bandung kembali menjadi salah satu kota kreatif.

“Semangat titik balik tersebut kembali dihadirkan dalam peringatan HJKB ke-216,” tulis keterangan resmi Pemkot.

BACA JUGA: Sumirat Bandung Citylight Carnival Menyedot Perhatian Ribuan Warga Padati Jalan Braga hingga Tegalega, Meriahkan Malam Kota

Visual Dinamis, Gantikan Elemen yang Saling Mengunci

Identitas visual HJKB ke-216 merupakan pengembangan dari identitas HJKB ke-215.

Namun, tahun ini Pemkot membuat pendekatannya lebih terbuka dan dinamis.

“Jika identitas HJKB ke-215 dibangun melalui bentuk-bentuk yang saling mengunci dalam satu komposisi, pada HJKB ke-216 elemen-elemen tersebut dibuat lebih dinamis. Setiap elemen dapat bergerak, bertemu, dan menghasilkan berbagai kemungkinan susunan.”

Pendekatan tersebut menggambarkan perkembangan Bandung dalam satu tahun terakhir.

Kota ini semakin membuka ruang bagi masyarakat untuk bertemu dan beraktivitas di berbagai sudut kota.

Dari sisi desain, Pemkot merancang identitas visual dengan karakter yang hangat, ringan, dan mengundang.

Hal ini sesuai dengan semangat perayaan yang ingin dekat dengan masyarakat.

Selain itu, elemen visualnya juga dibuat agar tetap mudah dikenali dalam berbagai ukuran dan media.

“Angka ‘216’ menjadi salah satu elemen utama yang dirancang agar dapat dikenali dengan mudah dalam sekali lihat,” bahkan ketika dicetak kecil atau hanya menggunakan satu warna.

BACA JUGA: Puncak Perayaan Hari Jadi ke-215 Kota Bandung “Sumirat Carnival Citylight Bandung” Meriahkan Malam Kota

84 Agenda hingga Penataan Ruang Publik Hidupkan Kota

Semangat “Solidarity in Harmony” juga terlihat nyata dalam kebijakan Pemkot sepanjang 2025.

Sepanjang tahun ini, Pemerintah Kota Bandung mempromosikan 84 agenda pariwisata dan kebudayaan melalui Calendar of Event.

Agenda-agenda tersebut secara langsung mendorong pemanfaatan ruang kota sebagai tempat interaksi masyarakat.

Salah satu contohnya adalah Asia Africa Festival 2025 yang menghidupkan kawasan Jalan Asia Afrika, Braga, hingga Cikapundung.

Kawasan tersebut berubah menjadi ruang bagi pertunjukan budaya, bazar UMKM, komunitas seni, serta berbagai aktivitas publik.

Selain melalui festival, Pemkot juga terus menata dan mengaktifkan kembali sejumlah ruang kota sebagai ruang publik.

Salah satunya adalah kawasan kolong Pasupati yang kini Pemkot kembangkan menjadi ruang kreatif bagi komunitas, seniman, dan masyarakat.

BACA JUGA: Wamendagri Apresiasi Keberhasilan Branding Kota Bandung sebagai Model Masa Depan

Hari Jadi ke-216: Titik Balik Baru untuk Kota Bandung

Dengan mengusung identitas visual dan tagline “Solidarity in Harmony”, Pemkot berharap HJKB ke-216 tidak berhenti sebagai simbol peringatan usia kota.

Lebih dari itu, HJKB ke-216 ingin menjadi representasi semangat warganya.

Semangat untuk terus membangun ruang bersama, mengelola perbedaan, dan menciptakan Bandung yang terus berkembang.

Dengan demikian, perayaan hari jadi tahun ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan kota.

Perayaan ini juga menjadi ajakan untuk melihat ke depan, bagaimana keberagaman dan kebersamaan dapat menjadi energi utama bagi masa depan Bandung.     Red

Komentar