Grand Final Putri Hijabfluencer 2026: Farhan Dorong Bandung Jadi Kiblat Modest Fashion Dunia

KABARHARMONI | BANDUNG, – Grand Final Putri Hijabfluencer Indonesia 2026 di Ballroom Trans Luxury Hotel Bandung pada Minggu, 4 Oktober 2026 malam, menegaskan posisi Bandung sebagai ruang tumbuhnya kreativitas dan inovasi fesyen, khususnya modest fashion.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara langsung mendorong agar kreativitas tersebut memperkuat posisi Kota Bandung sebagai barometer fesyen muslim dan muslimah di Indonesia hingga kancah dunia.

Menurut Farhan, kreativitas dalam dunia fesyen tidak hanya melahirkan karya visual, melainkan juga mampu menstimulasi rasa dan pikiran.

Dengan demikian, karya tersebut dapat mendorong seseorang untuk merasa senang, bahagia, bahkan tergerak melakukan sesuatu yang lebih baik.

“Di dalam kreativitas ada sebuah unsur yang bernama inovasi. Inovasi ini bisa kita terjemahkan dengan lebih sederhana dengan mengatakan inovasi adalah memberikan nilai tambah atas sesuatu yang sudah ada,” ujar Farhan.

Ia menegaskan, kehadiran Putri Hijabfluencer Indonesia memberikan nilai tambah nyata terhadap kreativitas dan karya fesyen yang populer dengan istilah modest fashion, yakni gaya berpakaian khas muslim dan muslimah.

BACA JUGA: Pemerintah Kota Bandung Kuatkan Industri Modest Fashion untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Hijab Sebagai Medium Karya Seni dan Peluang Global

Farhan menilai kreativitas dalam hijab masih menyimpan ruang yang sangat luas untuk terus berkembang.

Ia memandang hijab tidak hanya berfungsi sebagai simbol identitas, tetapi juga menjelma menjadi simbol ekspresi sekaligus medium karya seni.

“Justru dengan berbagai macam bentuk dan kreativitas hijab ini maka setiap kreator, setiap pemerhati fashion bisa melihat ini sebagai sebuah peluang, sebagai media, sebagai sebuah medium karya seni yang akan menjadikan hijab sebagai salah satu karya fashion terbaik yang datang dari Kota Bandung,” katanya.

Lebih lanjut, Farhan mengaku belum menemukan ajang pageant khusus hijab seperti di Indonesia, meskipun ia sudah mengunjungi berbagai negara di Asia, Afrika, Amerika, dan Eropa.

“Jadi saya bisa katakan ini adalah satu-satunya di dunia. Harus dipertahankan, jangan sampai kalah oleh Paris Fashion Week yang sudah menampilkan modest fashion di salah satu sesinya,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia berharap para finalis mampu memanfaatkan era digital untuk memperkenalkan kreativitas tersebut secara lebih masif.

Menurutnya, berbagai platform digital saat ini memungkinkan karya dan kreativitas para finalis menjangkau masyarakat dunia tanpa batas.

Pemerintah Kota Bandung pun menyatakan komitmen penuh untuk mendukung keberlanjutan penyelenggaraan Putri Hijabfluencer Indonesia di Kota Bandung.

“Pemerintah Kota Bandung merasa sangat bahagia dan bangga hati selama dua tahun berturut-turut menjadi tuan rumah final Puteri Hijab Influencer. Dan kami berkomitmen tahun depan pun finalnya harus di Bandung lagi,” katanya.

BACA JUGA: Hadirkan Cahaya dan Kebersamaan dalam Dunia Fesyen Muslim: Ethica Group Gelar Gala Road Show Sarimbit Indonesia 2026

Bandung Paris van Java Menuju Kiblat Fashion Muslim Dunia

Sementara itu, Pemilik Albis Group sekaligus Anggota DPRD Kota Bandung, Indri Rindani, mengungkapkan penyelenggaraan Putri Hijabfluencer di Bandung telah memasuki tahun keempat.

Ia pun mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Kota Bandung terhadap keberlanjutan ajang tersebut.

Indri menilai Bandung memiliki potensi besar untuk menjadi kiblat fashion muslim dunia.

“Seperti yang kita tahu semua bahwa Bandung itu Paris van Java. Dan insyaallah Bandung akan menjadi fashion muslim kiblat dunia,” ujar Indri.

Indri menjelaskan, jumlah pendaftar Putri Hijabfluencer terus mengalami peningkatan signifikan.

Jika pada awal penyelenggaraan jumlah pendaftar hanya sekitar 1.000 orang, kini angkanya melonjak mencapai sekitar 3.000 pendaftar dari seluruh Indonesia.

BACA JUGA: Indri Rindani: Kolaborasi Kunci Kuatkan UMKM Kreatif Kota Bandung

63 Finalis dari 22 Provinsi Bersaing, Indri Bidik PAD Bandung Naik

Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 63 peserta dari 22 provinsi hadir langsung di Kota Bandung.

Para finalis dari berbagai daerah tersebut kemudian berkumpul dan mengikuti rangkaian kegiatan hingga malam Grand Final Putri Hijabfluencer Indonesia 2026.

Indri berharap keberadaan ajang tersebut tidak hanya menjadi wadah bagi para peserta untuk mengembangkan diri, tetapi juga membawa dampak positif dan ekonomi bagi Kota Bandung.

“Intinya itu meningkatkan PAD Kota Bandung,” katanya.

Selain itu, Indri menyampaikan bahwa Albis Group secara mandiri telah membawa kegiatan dan industri fesyen muslim hingga ke Eropa serta mendapat undangan di Jeddah.

Ia berharap dukungan dari Kota Bandung dapat menjadi bagian dari langkah besar menuju pasar global.

“InsyaAllah dimulai dari Bandung yang mensupport kami, Albis Group. Insyaallah dari Bandung go global,” ujarnya.     Red

Komentar