Pemerintah Kota Bandung Kuatkan Industri Modest Fashion untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

KABARHARMONI | BANDUNG, Pemerintah Kota Bandung mendorong penguatan sektor modest fashion atau busana sopan sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah.

Ekosistem industri fesyen muslim di Kota Bandung yang telah berkembang dari skala kecil hingga produksi massal menunjukkan potensi yang sangat besar.

Ekosistem Modest Fashion yang Kuat

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan bahwa Kota Bandung memiliki rantai ekosistem yang cukup lengkap dalam pengembangan modest fashion, mulai dari kreativitas desain, pelaku konveksi, hingga pasar yang kuat.

“Untuk Kota Bandung, memang ada dua bentuk fashion yang ingin kita dorong. Pertama adalah modest fashion atau yang kita kenal dengan baju muslim dan muslimah. Kreativitas dan skala produksi Kota Bandung untuk modest fashion ini dari yang paling niche sampai yang paling massal semuanya ada di Kota Bandung,” ujarnya.

BACA JUGA: Hadirkan Cahaya dan Kebersamaan dalam Dunia Fesyen Muslim: Ethica Group Gelar Gala Road Show Sarimbit Indonesia 2026

Tantangan dan Peluang

Menurut Farhan, ekosistem tersebut membuat Bandung memiliki posisi strategis dalam pengembangan industri fesyen muslim nasional.

Industri ini masih menghadapi tantangan, terutama dalam inovasi desain dan pemilihan bahan.

Ia menyoroti data Badan Pusat Statistik yang menunjukkan pertumbuhan sektor manufaktur di Kota Bandung masih sangat rendah.

BACA JUGA: Pertumbuhan Ekonomi Kota Bandung menunjukkan Tren Positif, Tapi Ketimpangan Sosial Masih Menjadi Tantangan

Pengembangan Teknologi Bahan Tekstil

Farhan menilai bahwa pengembangan teknologi bahan tekstil yang nyaman digunakan di iklim tropis merupakan kebutuhan utama.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat mendorong penguatan rantai pasok bahan baku industri fesyen, termasuk melalui pengembangan kawasan ekonomi yang tidak terlalu jauh dari Kota Bandung.

BACA JUGA: Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif di Kota Bandung: Komitmen Wali Kota dan Dukungan dari Pelaku Usaha

Perlindungan Produk Lokal

Selain penguatan industri, Farhan juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap produk lokal dari masuknya pakaian jadi impor yang lebih murah.

Menurutnya, sejumlah instrumen ekonomi seperti sertifikasi halal dan sistem pembayaran digital nasional dapat menjadi bagian dari strategi menjaga daya saing industri lokal.

BACA JUGA: Dekranasda Kota Bandung Tuntaskan Rakerda 2025, Fokus pada Penguatan Basis Data dan Inovasi UMKM

Kolaborasi untuk Peningkatan Ekonomi Syariah

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyebut Jawa Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah dan industri halal.

Dengan jumlah penduduk sekitar 50,7 juta jiwa dan mayoritas beragama Islam, Jawa Barat dinilai memiliki pasar sekaligus basis produksi yang kuat bagi industri halal.

Kolaborasi antara pemerintah, perbankan, pelaku usaha, UMKM, dan akademisi sangat diperlukan. Untuk meningkatkan perekonomian syariah dan industri halal di Jawa Barat,” ujar Erwan.

Melalui berbagai kegiatan seperti HijabFest, Pemkot Bandung berharap ekosistem modest fashion dan industri halal dapat terus berkembang. Serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.    Red

Komentar