Wali Kota Farhan Resmikan RTH Pasirwangi Ujungberung, Tanam 2.000 Pohon untuk Perkuat Mitigasi Bencana

KABARHARMONI | BANDUNG, – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat upaya pengurangan risiko bencana melalui strategi penghijauan dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.

Pemkot Bandung meresmikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pasirwangi di RW 09, Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung, pada Minggu, 18 Oktober 2026.

RTH Pasirwangi Jadi Benteng Baru Pengurangan Risiko Bencana

RTH Pasirwangi berdiri di atas lahan seluas 11.000 meter persegi.

Kawasan tersebut menampung 2.000 pohon yang telah tertanam.

Selain berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, Pemkot Bandung mengembangkan kawasan ini melalui kolaborasi aktif antara pemerintah daerah, masyarakat, dan perguruan tinggi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, Didi Ruswandi, menegaskan bahwa pengurangan risiko bencana harus menjadi pendekatan utama dalam penanggulangan bencana.

Menurutnya, semua pihak harus memperkuat langkah mitigasi agar mampu menekan dampak bencana seminimal mungkin.

“Bahaya itu tidak bisa dihindari, bahaya itu tidak bisa dihilangkan. Yang bisa dikurangi adalah dampaknya atau risikonya. Itu bisa dikurangi dengan cara mengurangi kerentanan dan meningkatkan kapasitas,” ujar Didi.

Ia menjelaskan, Wali Kota Bandung telah mencanangkan pengembangan RTH Pasirwangi sejak Juli lalu.

Tim gabungan telah menyelesaikan penanaman 2.000 pohon di kawasan tersebut.

Selanjutnya, petugas melakukan pemeliharaan melalui penyiraman setiap hari.

BACA JUGA: Farhan Resmikan RTH Cihanja: Kualitas Ruang Hijau dan Konservasi Mata Air Jadi Fokus Pemkot Bandung

Farhan Ingatkan Warga Waspada Kontur Ekstrem dan Potensi Longsor

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat. Terutama warga yang tinggal di wilayah dengan kontur tanah curam dan berpotensi longsor.

“Khusus untuk Camat dan Lurah di Ujungberung dan Pasirwangi dengan kontur yang sangat ekstrem seperti ini, maka setiap kali hujan waspada. Sebelum hujan lebih waspada. Pastikan warga yang tinggal di lereng agar betul-betul kuat,” kata Farhan.

Farhan mencontohkan, tim evakuasi harus memindahkan sejumlah keluarga pada awal Januari lalu karena rumah mereka berdiri di tebing dan berisiko roboh.

Tim melakukan evakuasi tersebut untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.

Menurut Farhan, warga di wilayah lain yang memiliki potensi longsor juga perlu meningkatkan kewaspadaan serupa, termasuk di Kecamatan Cibiru dan Mandalajati.

Oleh karena itu, pemerintah kewilayahan dan masyarakat harus melakukan mitigasi sebelum bencana terjadi melalui koordinasi yang solid dan kesiapan yang matang.

Farhan juga menyoroti sejumlah risiko lingkungan yang perlu mendapat antisipasi. Mulai dari polusi udara hingga potensi kebakaran pada tumpukan sampah di area terbuka.

Ia meminta BPBD berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk memperkuat langkah mitigasi. Terutama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem dan risiko bencana di tempat penumpukan sampah.

BACA JUGA: Wali Kota Bandung, Farhan Ingatkan Warga Kawasan Utara Siaga Bencana Longsor dan Lingkungan

Pemkot Bandung dan BINUS University Bandung Teken Kerja Sama Catur Dharma

Pemkot Bandung juga merangkaikan peresmian RTH Pasirwangi dengan penandatanganan kesepakatan bersama dengan BINUS University Bandung tentang penyelenggaraan Catur Dharma Perguruan Tinggi dan pengembangan sumber daya manusia.

Direktur BINUS University Bandung, Johan Muliadi Kerta, menegaskan bahwa kerja sama dengan pemerintah daerah merupakan bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat.

“BINUS bukan hanya memberikan pendidikan. Tapi kami dan para civitas akademika juga ingin berkontribusi kepada masyarakat dan Kota Bandung pada umumnya,” ujar Johan.

Ia berharap kolaborasi melalui Catur Dharma Perguruan Tinggi mampu mendukung pengembangan sumber daya manusia, inovasi. Serta agenda pembangunan Kota Bandung yang berkelanjutan.

“Melalui kemitraan ini, kami berharap dapat berkontribusi lebih luas dalam upaya pengurangan risiko bencana, peningkatan literasi masyarakat, pengembangan teknologi yang bermanfaat. Serta penciptaan lingkungan yang lebih aman, hijau, dan berkelanjutan bagi generasi yang akan datang,” katanya.

Johan menambahkan, kolaborasi tersebut akan menjadi landasan bagi program-program bersama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui pengembangan RTH, peningkatan kesiapsiagaan warga, serta kerja sama dengan perguruan tinggi, Pemkot Bandung secara aktif mendorong pengurangan risiko bencana. Melalui pencegahan, peningkatan kapasitas, dan keterlibatan berbagai pihak.     Red

Komentar