Wali Kota Bandung, Farhan: Camat Adalah Garda Terpenting Layanan Publik, Harus Siap Hadapi Dinamika Sosial

KABARHARMONI | BANDUNG, Wali Kota Bandung, Farhan, menekankan pentingnya peran camat dalam layanan publik dan menghadapi dinamika sosial di lapangan.

Menurutnya, camat adalah garda terpenting dalam penyelenggaraan layanan publik di tingkat wilayah.

Camat: Garda Terpenting Layanan Publik

“Camat itu sebenarnya punya kewenangan hampir seperti wali kota di wilayahnya. Kadang yang ditunggu, yang dikejar warga ya camat. Itu bukan tugas ringan,” ungkap Farhan saat Silaturahmi Paguyuban Camat Kota Bandung di Pawon Pitoe Café Talaga Bodas pada Sabtu, 29 November 2025.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Lantik 90 Pejabat Struktural Eselon II, III dan IV

Menghadapi Dinamika Sosial

Farhan mengatakan bahwa camat harus siap dengan dinamika sosial di lapangan. Mulai dari persoalan sampah, banjir, penataan lingkungan, hingga tekanan demonstrasi warga.

“Kadang persepsi publik ke pemerintah itu sederhana, kalau ada sampah, itu salah wali kota. Tapi saya tahu betul di wilayah, teman-teman sudah kerja luar biasa,” jelasnya.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Lantik 3 Pejabat Tinggi Pratama dan 51 Pejabat Fungsional

Komunikasi dan Kebersamaan

Dalam sambutannya, Farhan membagikan pengalaman turun ke lapangan, bertemu warga, memantau wilayah yang mengeluh. Hingga mendengar langsung cerita para pegawai yang bekerja dalam tekanan.

Ia tak menutupi bahwa birokrasi sering kali keras, bahkan emosional.

“Kita ini bekerja bukan cuma dengan aturan, tapi dengan rasa. Kadang ada keputusan yang benar menurut regulasi, tapi tidak masuk di hati masyarakat. Itu beratnya tugas kita,” terangnya.

Baca Juga: 13 Pejabat Tinggi Pratama, Dilantik: Darto AP MM Menjabat Kepala DLH Kota Bandung

Penghargaan untuk Camat Purnabakti

Acara ini juga menjadi ruang penghormatan untuk para camat yang memasuki masa purnabakti.

Farhan menyampaikan apresiasi mendalam.

“Purnabakti itu bukan selesai. Itu babak lanjut di kehidupan. Pengalaman bertahun-tahun di pemerintahan itu bukan hilang – itu jadi warisan untuk kota,” pesannya.

Baca Juga: 173 Pejabat Struktural dan Fungsional di Pemkot Bandung Dilantik, Wali Kota Farhan: Integritas adalah Wajah Birokrasi di Mata Masyarakat

Pesan untuk Camat

Untuk camat yang berpindah tugas, Farhan memberikan pesan agar tetap menjaga profesionalitas, jejaring, dan kebersamaan.

“Mutasi itu rotasi pengalaman. Kita tetap di rumah yang sama: Kota Bandung,” tegasnya dengan penuh makna.

Baca Juga: Iskandar Zulkarnain Dilantik sebagai Sekda Kota Bandung: Proses Rotasi-Mutasi Dipercepat

Menjaga Energi dan Kebersamaan

Wali Kota kembali menegaskan makna dari pertemuan seperti ini.

“Kita sering berkumpul karena pekerjaan. Tapi kumpul karena silaturahmi seperti ini justru yang menjaga energi kita,” ungkapnya.

“Nanti kalau sudah pensiun dan diajak kumpul lagi, jangan sombong,” pungkasnya.    Red

Komentar