KABARHARMONI | BANDUNG, – Pemerintah Kota Bandung menegaskan identitas pariwisata kota sebagai destinasi berbasis MICE (Meeting, Incentive, Convention, Event, and Exhibition) yang memadukan kegiatan ekonomi, pendidikan, olahraga, dan budaya.
Modal Sosial dan Infrastruktur Kuat
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebut, Bandung memiliki modal sosial, infrastruktur, dan sumber daya manusia yang kuat untuk menjadi pusat kegiatan MICE di Indonesia.
“Prinsip pariwisata Bandung itu MICE,” ujarnya di Hutanika, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu, 7 Januari 2026.
BACA JUGA: West Java Festival 2025: Merajut Sinergi dan Inovasi Pariwisata Berbasis Budaya
Potensi Event Besar
Ia mengembangkan sektor event melalui berbagai kegiatan, mulai dari sport tourism, festival tematik, hingga wisata religi.
Pemerintah Kota Bandung mengembangkan sektor meeting dan incentive untuk menarik perusahaan dan institusi nasional.
“Perusahaan asuransi, korporasi, ulang tahun perusahaan, itu potensi besar,” katanya.
BACA JUGA: DPRD dan Pemkot Bandung Bersinergi Meningkatkan Citra Pariwisata Kota Bandung
Fokus pada Konvensi Akademik dan Ilmiah
Pemerintah Kota Bandung fokus mengembangkan sektor convention untuk kegiatan akademik dan ilmiah. Mengingat Bandung memiliki tingkat kepadatan perguruan tinggi tertinggi di Indonesia.
“Kami ingin akademisi datang, bikin seminar, bikin konvensi. Bandung itu kota ilmu,” tegasnya.
Dengan demikian, Bandung siap menjadi pusat MICE yang memadukan kegiatan ekonomi, pendidikan, olahraga, dan budaya. Red







Komentar