KABARHARMONI | BANDUNG, – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung mengimbau masyarakat untuk mengenali gejala campak dan segera melakukan penanganan guna mencegah penularan lebih luas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih menjelaskan, gejala utama campak diawali dengan demam tinggi yang kemudian disertai munculnya ruam pada kulit.
Kenali Gejala Utama Campak

“Biasanya diikuti gejala tambahan seperti batuk, pilek, dan mata merah. Kalau ada gejala ini, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.
Ia meminta, masyarakat tidak perlu menunggu hingga ruam muncul untuk memeriksakan diri.
BACA JUGA:
Kemenkes Konfirmasi Virus Super Flu Subclade K di Indonesia, Gejala Lebih Berat dari Flu Biasa
Segera Periksa ke Puskesmas jika Demam
“Kalau demam, langsung saja ke puskesmas. Nanti petugas akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.
Selain itu, pasien yang diduga campak dianjurkan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari untuk mencegah penularan.
Isolasi Mandiri dan Pencegahan Penularan
“Jangan dibawa keluar rumah. Gunakan masker karena penularannya melalui udara,” ujarnya.
Dadan juga mengingatkan, virus campak dapat bertahan di udara hingga dua jam, sehingga risiko penularannya sangat tinggi.
BACA JUGA: Kota Bandung Raih UHC Awards 2026: Komitmen Jaminan Kesehatan untuk Semua Warga
Pencegahan Campak yang Efektif
Untuk itu, selain imunisasi, masyarakat juga diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta meningkatkan daya tahan tubuh.
“Pencegahan harus dilakukan bersama, mulai dari imunisasi, penggunaan masker, hingga pola hidup sehat,” ungkapnya. Red







Komentar