KABARHARMONI | BANDUNG, – Kota Bandung memperingati Hari Disabilitas Internasional dengan menekankan pentingnya inklusi dan kesempatan sama bagi penyandang disabilitas dalam pembangunan kota.
Inklusi Disabilitas: Agenda Jangka Panjang
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memasukkan penyandang disabilitas ke dalam bagian penting pembangunan Kota Bandung.

“Sahabat-sahabat disabilitas adalah mitra pembangunan. Mereka punya kapasitas, kreativitas, dan kontribusi besar untuk memajukan kota ini,” ujarnya.
Pembangunan Kota Bandung yang Inklusif
Farhan menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bandung terus membuka akses dan menghadirkan kebijakan yang inklusif bagi seluruh warga.
Upaya tersebut mencakup peningkatan aksesibilitas fasilitas publik, pemenuhan hak layanan dasar, penguatan pendidikan dan ketenagakerjaan inklusif. Serta penguatan kelembagaan penyandang disabilitas.
Baca Juga: Komisi III DPRD Kota Bandung Dukung Aspirasi Disabilitas untuk Transportasi Publik yang Inklusif
Tantangan dan Komitmen
Farhan mengakui tantangan, namun ia tidak membiarkan itu menghentikannya.

“Tantangan justru memacu kami untuk terus memperbaiki diri. Memperkuat kolaborasi dan membuka ruang dialog yang lebih luas dengan komunitas disabilitas,” katanya.
Kolaborasi Lintas Sektor
Farhan memberikan apresiasi kepada Dinas Sosial Kota Bandung dan seluruh mitra penyelenggara kegiatan HDI.
“Melalui kolaborasi lintas sektor. Kita ingin memastikan layanan dan fasilitas bagi penyandang disabilitas semakin mudah dijangkau dan benar-benar memberikan dampak nyata,” ujarnya.
Data Disabilitas di Kota Bandung
Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa, menyampaikan bahwa di Kota Bandung terdapat 30.012 penyandang disabilitas.

Tiga jenis disabilitas terbanyak adalah Disabilitas netra: 10.202 orang (33,98%), Disabilitas ganda/multi: 7.710 orang (25,69%). Dan Disabilitas fisik: 5.460 orang (18,19%). Red







Komentar