KABARHARMONI | BANDUNG, – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menggenjot pembangunan berbasis wilayah melalui Program Akselerasi Kewilayahan (Prakarsa) 2025 dalam satu tahun kepemimpinannya.
Prakarsa Bandung Utama mencatat realisasi anggaran sebesar Rp14,58 miliar atau 96,93 persen dari total pagu Rp15,1 miliar, dengan 998 dari 1.097 kegiatan atau 90,97 persen telah rampung.
Pembangunan Berbasis Data dan Partisipasi Warga
Capaian tersebut menjadi bagian penting dari Visi Bandung Utama (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis).
Prakarsa Bandung Utama merancang instrumen pembangunan transparan, berbasis data, dan menyentuh kebutuhan masyarakat RW, khususnya pada pilar Terbuka..
Sepanjang 2025, program ini menjangkau 30 kecamatan, 151 kelurahan, dan 151 RW penerima manfaat.
Pemerintah Kota Bandung mendistribusikan kegiatan secara merata dengan fokus pada isu prioritas kewilayahan.
BACA JUGA: 1 Tahun Kepemimpinan Muhammad Farhan, Infrastruktur Kota Bandung Membaik dan Merata
Fokus pada Infrastruktur Dasar dan Penanganan Sampah
Pemerintah Kota Bandung mengalokasikan dana terbesar pada sektor infrastruktur dasar (Infradasar) sebesar 42,32 persen atau Rp6,17 miliar.
Realisasinya meliputi pemeliharaan jalan seluas 14.714 meter persegi, pembangunan drainase sepanjang 2.358 meter, serta pemasangan 202 titik penerangan jalan lingkungan.
Prioritas berikutnya adalah penanganan sampah dan kebersihan lingkungan (KBS) sebesar 40,71 persen atau Rp5,93 miliar.
Intervensinya meliputi pengadaan 15 unit kendaraan roda tiga, 52 unit mesin pengolah sampah, serta sarana penunjang petugas kebersihan.
BACA JUGA: Pemkot Bandung Perkuat Infrastruktur dan Pengelolaan Sampah dengan Anggaran Rp300 Miliar
Ketahanan Pangan dan Penanganan Stunting
Pemerintah Kota Bandung mengalokasikan 10,79 persen atau Rp1,57 miliar di sektor ketahanan pangan. Untuk instalasi hidroponik, penguatan sarana Buruan Sae, dan 45 kegiatan pelatihan Buruan Sae.
Pemerintah Kota Bandung menganggarkan 2,94 persen atau Rp430 juta untuk penanganan stunting. Untuk distribusi 5.157 paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan penguatan kapasitas posyandu.
BACA JUGA: Pemkot Bandung Hadapi Tantangan Ketimpangan dan Stunting dengan Inovasi Biotank
Kunci Sukses: Data Akurat dan Partisipasi Warga
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan, Program Akselerasi Kewilayahan (Prakarsa) menjadi instrumen penting agar kebijakan pemerintah kota benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kalau program hanya turun begitu saja, kadang kurang energi. Karena itu kita punya yang namanya Prakarsa, wujud kerja keras agar data benar-benar akurat dan intervensi tepat sasaran,” kata Farhan.
Ia menilai, setiap kebijakan harus lahir dari percakapan nyata di tengah warga.
“Kebijakan itu harus lahir dari gang sempit, dari pos ronda, dari aula RW, tempat warga hidup dan berbagi harapan,” ujarnya.
Dengan capaian realisasi 96,93 persen dan pendekatan berbasis data serta partisipasi warga, Prakarsa Bandung Utama menjadi representasi konkret dari pilar Terbuka dalam Bandung Utama. Red







Komentar