KABARHARMONI | BANDUNG, – Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung melalui Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI) sukses menyelenggarakan workshop internasional bertajuk “Mastering Generative AI for Technical Innovation”.
HMSI menggelar kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman serta kemampuan teknis mahasiswa. Dalam menghadapi perkembangan teknologi, khususnya di bidang Artificial Intelligence (AI).
Selain itu, workshop ini juga menjadi ajang eksplorasi teknologi. HMSI merancang acara ini untuk meningkatkan produktivitas dan kesiapan mahasiswa di dunia kerja yang semakin terdigitalisasi.
Kolaborasi Lintas Biro dan Fakultas Teknik Dukung Acara
Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI), Biro Kemahasiswaan dan Alumni, Biro Kerjasama, Biro Humas, Protokoler, dan Media, Kesekretariatan. Serta beberapa Program Studi di bawah Fakultas Teknik berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan ini.
Program Studi yang terlibat mencakup Sistem Informasi, Teknik Elektro, dan Teknik Informatika.
Selanjutnya, pimpinan universitas, dekan Fakultas Teknik, dosen, serta mahasiswa menghadiri langsung acara tersebut.

Workshop ini menghadirkan Prof. Kim Soo Il dari Busan University of Foreign Studies, Dr. Kwanyoung Kim dari ATOP Consulting, Mr. Paul Choi dari P&M Group Korea. Serta praktisi teknologi nasional Pratomo Bowo Leksono, S.T.
BACA JUGA: Mahasiswa USB YPKP Meraih Juara 1 LKCT Udayana 2026 dengan Inovasi Pertanian Cerdas
Kaprodi SI: Jadikan Agenting AI Langkah Awal Inovasi
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Sistem Informasi, Khaerul Manaf, S.T., M.Kom., Ph.D., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini.
Ia berharap workshop internasional ini menjadi langkah awal dalam pengembangan teknologi ke depan, khususnya di bidang Artificial Intelligence.
“Saya sangat bersyukur atas terselenggaranya workshop internasional ini. Mudah-mudahan ke depan akan berkembang lebih jauh, termasuk dalam konsep Agenting AI. Harapan kami, seluruh program studi di Fakultas Teknik dapat terus unggul. Karena teknik juara,” ujarnya.
Sementara itu, Walikota Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI), Hikmah Nuralam, serta Ketua Pelaksana, Indra Nazru, juga menyampaikan sambutan.
Keduanya berharap seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik serta memperoleh wawasan dan insight baru yang bermanfaat.
BACA JUGA: Badami Road to Campus: Membangun Kolaborasi Menuju Smart City
Pratomo Bowo: AI Ubah Workflow Developer, Waspadai Hallucination
Sesi utama workshop menghadirkan Pratomo Bowo Leksono, S.T.
Ia membawakan materi bertema “Digital Transformation 5.0: Revolusi Workflow Developer di Era Kecerdasan Otonom”.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan AI telah mengubah cara kerja di bidang teknologi informasi.
Developer kini beralih dari ketergantungan pada mesin pencari seperti Google menuju pemanfaatan AI yang mampu mempercepat proses kerja.
Namun demikian, ia juga mengingatkan adanya keterbatasan AI.
Ia menyebut potensi hallucination atau hasil yang tidak sepenuhnya akurat serta risiko keamanan sebagai tantangan utama.
Selain itu, fenomena fear of missing out (FOMO) turut mendorong banyak individu dari berbagai latar belakang untuk terjun dalam pengembangan teknologi berbasis AI.
“Belajar fundamental di era AI itu seperti belajar navigasi bintang di era GPS. Terasa kuno, sampai suatu saat bateraimu habis di tengah laut dan hanya pengetahuanmu yang bisa membawamu pulang,” ungkapnya.
BACA JUGA: Kementerian BUMN Gelar Workshop Komunikasi AI untuk Meningkatkan Efektivitas Komunikasi Korporasi
Pakar Korea Tekankan Kolaborasi Global dan Attitude Positif
Memasuki sesi seminar internasional, Dr. Kwanyoung Kim, Ph.D., menyampaikan pentingnya kolaborasi global.
Ia menegaskan kolaborasi dapat mendorong transformasi teknologi.
“We aim to transform Indonesia into a smart and incubating society. We hope our partners will become key experts in the new era,” ujarnya.
Setelah itu, Mr. Paul Choi memaparkan materi berikutnya.
Ia menekankan pentingnya sikap (attitude) dalam menghadapi perkembangan teknologi serta keberanian untuk keluar dari comfort zone.
“Jika sikap kita positif, kita akan sukses. Jika negatif, ke mana pun kita pergi, hasilnya tidak akan maksimal,” jelasnya.
Sementara itu, Prof. Kim Soo Il menegaskan bahwa AI memiliki peran besar dalam kehidupan saat ini.
Meski begitu, ia menyatakan peran manusia dalam dunia pendidikan tetap tidak tergantikan.
“Kita tidak bisa menyangkal bahwa AI berperan dalam kehidupan kita. Namun, peran dosen dalam pendidikan tetap penting dan tidak akan tergantikan,” ujarnya.
BACA JUGA: Transformasi 20 Tahun Menghasilkan Prestasi Gemilang, USB YPKP Raih Akreditasi Unggul
USB YPKP Teken Implementation Agreement dengan Tiga Mitra Korea
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, USB YPKP dan para narasumber melaksanakan penandatanganan Implementation Agreement (IA).

Penandatanganan ini menjadi bentuk kerja sama internasional di bidang teknologi dan pendidikan.
Penandatanganan IA ini menjadi tonggak baru internasionalisasi USB YPKP dalam bidang pendidikan, riset, dan pengembangan teknologi.
Tiga narasumber dari Korea Selatan terlibat langsung.
Mereka adalah Prof. Dr. Kim Soo Il dari Busan University of Foreign Studies, Prof. Kim Kwanyoung dari ATOP Consulting. Serta Mr. Paul Choi selaku Founder & CEO P&M Group Korea.

Dari pihak Universitas Sangga Buana, Kaprodi Teknik Elektro Ivany Sarief, S.T., M.T., Kaprodi Teknik Informatika Gunawan, S.T., M.Kom. Serta Kaprodi Sistem Informasi Khaerul Manaf, S.T., M.Kom., Ph.D. menandatangani IA tersebut.
Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah strategis.
USB YPKP memperkuat kolaborasi internasional serta membuka peluang pengembangan akademik, riset, dan inovasi teknologi di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, USB YPKP menegaskan komitmennya.
Kampus ini terus adaptif terhadap perkembangan teknologi global sekaligus mencetak lulusan yang kompetitif di era AI. Red







Komentar