KABARHARMONI | BANDUNG, – BAZNAS Provinsi Jawa Barat kembali membuktikan komitmennya dalam memperkuat program pemberdayaan masyarakat.
Relawan Nusantara memberikan penghargaan kategori Penggerak Pemberdayaan Berkelanjutan kepada lembaga pengelola zakat ini dalam Humanity Awareness Day 2026, Senin, 18 Mei 2026.
Agenda itu berlangsung di Hotel Santika Premiere Slipi dan menghadirkan berbagai tokoh nasional lintas bidang kemanusiaan, media, keagamaan, serta relawan sosial.
BAZNAS Jabar Terima Langsung Penghargaan dari Relawan Nusantara
Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Ijang Faisal, S.Ag., M.Si., menerima langsung penghargaan tersebut.
Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi BAZNAS Jabar dalam mengembangkan program pemberdayaan berbasis zakat yang berkelanjutan dan berdampak bagi masyarakat.
Humanity Awareness Day 2026 berperan sebagai ruang kolaborasi dan apresiasi bagi lembaga, komunitas, serta individu yang aktif dalam gerakan sosial dan kemanusiaan di Indonesia.
BACA JUGA: Relawan Nusantara Salurkan Donasi Rp723 Juta ke BAZNAS Jabar untuk Palestina dan Sumatera
Tokoh Nasional Hadiri Humanity Awareness Day 2026
Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Mereka antara lain CEO Relawan Nusantara Herlan Wilandari, Wakil Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUI Pusat Dr. Oke Setiadi Effendi, Pimpinan Redaksi Republika Andi Muhyidin, dan Direktur Bina Potensi BASARNAS Agus Haryono.
Selain itu, kegiatan juga menghadirkan Wakil Sekjen DP MUI Pusat Ustadz Erick Yusuf, penulis Asma Nadia, musisi Dwiki Darmawan dan Panji Sakti, aktivis kemanusiaan Wanda Hamidah dan Nabilah Ayu. Serta humanitarian dentist drg. Gracety Shabrina bersama para mitra Relawan Nusantara lainnya.
Ijang Faisal: Penghargaan Jadi Penguat Semangat Berdayakan Umat
Dalam sambutannya, Ijang Faisal menyampaikan rasa syukur setelah BAZNAS Jawa Barat meraih penghargaan.
Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan hanya simbol apresiasi. Tetapi juga menjadi penguat semangat untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang memberi manfaat nyata.

“Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat, para muzaki, relawan. Serta semua pihak yang terus mendukung gerakan zakat dan pemberdayaan di Jawa Barat. BAZNAS Jabar akan terus berupaya menghadirkan program yang tidak hanya bersifat bantuan sesaat. Tetapi juga mendorong kemandirian dan keberlanjutan bagi para penerima manfaat,” ujarnya.
Andi Muhyidin: Zakat BAZNAS Jabar Contoh Pemberdayaan Berkelanjutan
Sementara itu, Pimpinan Redaksi Republika, Andi Muhyidin, menilai penguatan gerakan kemanusiaan hari ini membutuhkan sinergi antara media, lembaga sosial, dan masyarakat luas.
“Gerakan kemanusiaan tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan konsistensi agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat. Apa yang dilakukan BAZNAS Jawa Barat menjadi contoh bagaimana pengelolaan zakat dapat diarahkan untuk pemberdayaan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Erick Yusuf: BAZNAS Punya Peran Strategis Bangun Gotong Royong
Di sisi lain, Wakil Sekjen DP MUI Pusat, Erick Yusuf, menegaskan pentingnya memperkuat nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Kegiatan seperti Humanity Awareness Day mengingatkan kita bahwa kepedulian terhadap sesama harus terus dirawat. Lembaga-lembaga seperti BAZNAS memiliki peran strategis dalam menghadirkan solusi sosial dan membangun semangat gotong royong umat,” tuturnya.
BACA JUGA: Masjid Bersinar: Kolaborasi BAZNAS dan LAZ untuk Kenyamanan Beribadah
BAZNAS Jabar Targetkan Inovasi Program Sosial Inklusif
Melalui penghargaan ini, BAZNAS Jawa Barat berharap terus memperkuat perannya. Sebagai lembaga pengelola zakat yang profesional, amanah, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, penghargaan kategori Penggerak Pemberdayaan Berkelanjutan memotivasi BAZNAS Jabar untuk terus menghadirkan inovasi program sosial yang inklusif, produktif. Dan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan umat. Red







Komentar