KABARHARMONI | BANDUNG, – Badan Amil Zakat Nasional berkolaborasi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Pelatihan Barista Z-Coffee sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi bagi mahasiswa penerima manfaat.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS membekali 26 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat dengan keterampilan barista dan wawasan kewirausahaan.
Selanjutnya, BAZNAS menegaskan bahwa program ini menjadi salah satu bentuk nyata pendayagunaan zakat yang berorientasi pada penguatan keterampilan serta kewirausahaan generasi muda.
7 Kampus Kirim Mahasiswa, Tunjukkan Kolaborasi Filantropi dan Pendidikan
Adapun perguruan tinggi yang mengirimkan peserta dalam Pelatihan Barista Z-Coffee ini meliputi Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB), Universitas Muhammadiyah Kuningan (UMK), Telkom University (Tel-U), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon (UNU), serta Institut Nahdlatul Ulama Tasikmalaya (INUTAS).
Dengan demikian, kehadiran para peserta dari berbagai kampus ini menunjukkan semangat kolaborasi antara dunia pendidikan dan lembaga filantropi. Dalam membangun generasi muda yang produktif dan mandiri secara ekonomi.
BACA JUGA: BAZNAS Jawa Barat Salurkan Beasiswa kepada 102 Mahasiswa Berprestasi
BAZNAS Bekali Peserta Skill Barista hingga Strategi Bisnis Digital
BAZNAS RI bersama BAZNAS Jawa Barat menggagas program ini dan tidak hanya memfokuskan pada keterampilan teknis sebagai barista.
Lebih dari itu, BAZNAS juga memberikan pembekalan mengenai pengembangan usaha, pelayanan pelanggan. Serta strategi bisnis yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.
Melalui Pelatihan Barista Z-Coffee, BAZNAS membekali peserta kemampuan meracik kopi secara profesional sekaligus memahami aspek kewirausahaan.
Hasilnya, peserta siap memasuki dunia usaha dan industri kreatif.
BACA JUGA: Grand Cordela Hotel Bandung Perkuat SDM Pariwisata Melalui Program Pelatihan Berbasis Industri
Zaki Hilmi: Usaha Harus Hadir di Ruang Digital, Tidak Cukup Produk Nikmat
Pimpinan BAZNAS Jawa Barat Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, M.H., menyampaikan bahwa tantangan usaha saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk dan tempat usaha yang menarik.

“Dalam dunia bisnis hari ini, tantangannya bukan hanya bagaimana menghadirkan racikan kopi yang nikmat atau tempat yang estetik. Lebih dari itu, usaha harus mampu hadir dalam genggaman masyarakat, hadir di ruang digital, dan benar-benar dikenal publik. Kemudahan akses informasi menjadi faktor penting agar konsumen tertarik datang dan merasakan racikan kopi dari tangan-tangan Barista Z-Coffee,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara BAZNAS RI dan BAZNAS Jawa Barat dalam program ini menjadi langkah strategis. Untuk memperkuat model pendayagunaan zakat yang produktif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menurutnya, pendekatan seperti ini penting untuk memastikan bahwa penerima manfaat tidak hanya memperoleh bantuan. Tetapi juga memiliki bekal kompetensi yang dapat menjadi modal usaha jangka panjang.
Peserta ITB: Pelatihan Z-Coffee Buka Wawasan Bisnis Digital
Salah satu peserta dari ITB, Gina, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan mengikuti program tersebut.

“Pelatihan Barista Z-Coffee ini sangat membuka wawasan kami, bukan hanya tentang teknik meracik kopi. Tetapi juga tentang bagaimana membangun usaha yang relevan dengan perkembangan digital saat ini. Program ini memberi kami semangat untuk lebih mandiri dan berani memulai usaha,” ungkapnya.
Pada akhirnya, melalui kolaborasi ini, BAZNAS RI bersama BAZNAS Jawa Barat berharap Pelatihan Barista Z-Coffee dapat menjadi model pemberdayaan mahasiswa mustahik yang berkelanjutan.
Dengan begitu, program ini melahirkan generasi muda yang mandiri secara ekonomi, produktif, dan mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Red







Komentar