Pemkot Bandung Kaji Teknologi Autothermix, Sekda: Target Olah Sampah 50 Ton Per Hari

KABARHARMONI | BANDUNG, – Pemerintah Kota Bandung tengah mengkaji teknologi alternatif pengolahan sampah berbasis autothermix sebagai salah satu opsi pendukung penanganan sampah di Kota Bandung.

Selanjutnya, Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain beserta jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung meninjau prototipe teknologi pengolahan sampah milik PT Tohaan Renewable Energy Engineering, Kamis 7 Mei 2026.

BACA JUGA: Pemerintah Kota Bandung Teliti Inovasi AutoThermiX untuk Pengelolaan Sampah yang Ramah Lingkungan

Awal 1 Ton, Pemkot Targetkan 50 Ton Per Hari

Kemudian, Salman Faruq menyebut DLH Kota Bandung mengkaji teknologi Autothermix. Tim DLH Kota Bandung melihat langsung proses dan potensi pengembangannya.

“Pak Sekda melihat salah satu inovasi pengolahan dan pemusnahan sampah menggunakan autothermix. Saat ini prototipenya berkapasitas 1 ton per hari, namun harapannya bisa dikembangkan hingga 50 ton per hari,” ujar Salman.

BACA JUGA: Mulai tahun 2026, Kota Bandung Luncurkan Target Pengurangan Sampah 40 Ton per Hari: Setiap RW Wajib Olah 25 Kg Sampah Organik

Kaji Teknis, Skema Kerja Sama, dan Lokasi

Salman menegaskan DLH Kota Bandung masih mengkaji berbagai aspek sebelum memutuskan langkah selanjutnya.

Salman memastikan timnya akan melaporkan hasil kajian kepada Sekda.

“Kami akan kaji lebih dalam, baik dari sisi penggunaan teknologinya, skema kerja samanya, lokasi, dan hal-hal teknis lainnya. Nanti hasilnya akan dilaporkan kepada Pak Sekda,” katanya.

BACA JUGA: Wali Kota Bandung Tinjau Proyek Pembangunan Ulang TPST untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Beda dari Pembakaran Konvensional: Minim Oksigen

Sementara itu, Budi Permana menjelaskan cara kerja Autothermix. Teknologi itu mengolah sampah melalui proses termal dengan konsep minim oksigen.

Menurutnya, pendekatan tersebut berbeda dengan sistem pembakaran konvensional. Karena lebih menitikberatkan pada proses peluruhan material sampah melalui pengendalian suhu dan oksigen.

“Konsepnya menggunakan minim oksigen dengan proses termal tertentu sehingga sampah mengalami peluruhan,” ujar Budi.

BACA JUGA: Mulai 21 Juni 2025, Teknologi Biodigester di Pasar Tradisional Gedebage Siap Mengolah Sampah Organik

Sudah Beroperasi di Serang Sejak 2023

Selain itu, Budi menyebut prototipe saat ini berkapasitas 1 ton sampah per hari. Timnya akan mengembangkan kapasitas alat menjadi lebih besar.

“Versi pertama perangkat kami sudah beroperasi sejak Desember 2023 di Kabupaten Serang. Sekarang yang dilakukan adalah penyempurnaan,” katanya.

BACA JUGA: Wali Kota Farhan Pastikan tahun 2026 Memberikan Hasil yang Lebih Baik, Pengelolaan Sampah Menjadi Tantangan Besar Kota Bandung

Tenaga Lokal Kembangkan Teknologi Alternatif

Budi menyebut tenaga lokal mengembangkan teknologi Autothermix. Dia berharap teknologi itu membantu Kota Bandung menangani sampah.

Pemkot Bandung pastikan peninjauan ini merupakan bagian dari upaya mencari berbagai alternatif solusi pengelolaan sampah yang tetap memperhatikan aspek regulasi, teknis, dan lingkungan.    Red

Komentar