Pemkot Bandung Gelontorkan Rp36 Miliar Bantuan RMP Siswa Kurang Mampu

KABARHARMONI | BANDUNG, – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang layak bagi masyarakat kurang mampu secara ekonomi.

Hadirnya jalur Afirmasi Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 menjadi jawaban atas hak setiap anak usia sekolah untuk mendapat pendidikan di sekolah.

Saat ini, pendaftaran tahap 1 jalur Afirmasi dan Prestasi jenjang SD dan SMP Kota Bandung tahun ajaran 2026/2027 berlangsung.

Pemkot Bandung membuka pendaftaran pada 8-12 Juni 2026 secara online melalui laman spmb.bandung.go.id.

Sebelumnya pada 4 Mei 2026, Pemkot Bandung membuka pendataan Afirmasi RMP penempatan bagi siswa-siswi Sekolah Dasar yang terdata di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Setelah itu, Dinas Pendidikan melakukan penyaringan berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1-5.

Pemkot Bandung menawarkan kuota 20 persen dari total kuota jalur Afirmasi 30 persen kepada orang tua siswa.

Sementara itu, 10 persen sisanya masuk jalur Afirmasi non-penempatan atau online.

BACA JUGA: Pemkot Bandung Gelar SPMB 2026, Pendaftaran Jalur Afirmasi Prestasi Buka 8-12 Juni

Rp36 Miliar Cair untuk 17.775 Siswa RMP

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron menjelaskan Peraturan Wali Kota Bandung Nomor 25 Tahun 2026 tentang Bantuan Pendidikan bagi Peserta Didik Rawan Melanjutkan Pendidikan memiliki sejumlah tujuan.

Pertama, peraturan itu mewujudkan pembangunan bidang pendidikan yang merata dan bermutu.

Kedua, peraturan itu meringankan beban biaya pendidikan bagi Peserta Didik RMP.

“Jadi program RMP ini sebagai komitmen Pemkot Bandung dalam layanan pendidikan. Bagi penduduk kurang mampu tetap diberi kesempatan mendapat pendidikan yang sama baik di sekolah negeri maupun swasta,” kata Asep, Rabu 10 Juni 2026.

Lebih lanjut, Kadisdik menyampaikan Pemkot Bandung mencairkan anggaran sebanyak Rp36 miliar kepada 191 sekolah atau 17.775 siswa RMP jenjang SD dan SMP di Kota Bandung pada Mei 2026 lalu.

Sekolah menggunakan bantuan operasional itu untuk mengganti SPP dan DSP selama siswa menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

“Para orang tua jangan khawatir, bagi yang lolos jalur Afirmasi RMP di sekolah swasta akan mendapat bantuan operasional untuk pengganti SPP dan DSP selama di sekolah tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA: Program RMP Kota Bandung 2026: Penyesuaian Kebijakan dan Fokus pada Bantuan Tepat Sasaran

Kesempatan Masih Terbuka bagi Calon Siswa SMP

Tentunya, lanjut Asep, calon murid baru jalur afirmasi RMP jenjang SMP yang tidak lolos seleksi di empat pilihan sekolah masih memiliki kesempatan memilih sekolah swasta.

Sekolah swasta itu harus memiliki kuota RMP yang masih kosong.

Orang tua dapat memilih sekolah swasta setelah pengumuman SPMB tahap 1.

Pemkot Bandung mencairkan anggaran ke sekolah swasta untuk bantuan operasional selama satu tahun dan dapat memperbaruinya di tahun berikutnya.

Dengan demikian, siswa RMP yang masih terdata di DTSEN atau masuk kategori RMP akan tetap mendapat bantuan tersebut selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

“Bapak ibu jangan khawatir, yang utama adalah melanjutkan pendidikan baik di sekolah negeri maupun swasta. Komitmen kami adalah mewujudkan pembangunan bidang pendidikan yang merata dan bermutu. Juga meringankan beban biaya pendidikan bagi peserta didik RMP,” ujarnya.

Sebagai informasi, Pemkot Bandung melalui Dinas Pendidikan telah mencairkan dana bantuan pendidikan program Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) 2026 sebesar Rp36.356.420.400.

Bantuan ini menegaskan komitmen Pemkot Bandung dalam mendukung hak pendidikan bagi warga Kota Bandung.

BACA JUGA: Farhan Matangkan SPMB 2026/2027 Kota Bandung, Tegaskan Pendidikan Adil Lewat Transparansi dan Digitalisasi

Orang Tua dan Sekolah Apresiasi Program RMP

Salah satu orang tua siswa RMP, Desi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkot Bandung atas bantuan pendidikan melalui program RMP.

“Untuk saya khususnya yang memiliki anak 4 dan alhamdulillah semua mendapat bantuan RMP. Anak saya bisa bersekolah seperti anak-anak lain. Saya sebagai orang tua hanya sebatas pedagang kecil, ayahnya supir travel sehingga ananda bisa tetap sekolah mendapat bantuan sepatu, buku, seragam, tas, sehingga anak saya mendapat pendidikan yang layak,” ujar Desi, Rabu 10 Juni 2026.

Sebagai orang tua, ia berharap program RMP membantu warga Bandung yang secara ekonomi berada di desil 1-5, sehingga anak-anak bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

“Saya terima kasih banyak atas bantuannya mudah mudahan program ini bisa terus berjalan,” ungkapnya.

Selain itu, Kepala Sekolah SD Kemala Bayangkari, Hesti Febriati menyampaikan ucapan terima kasih.

Pemkot Bandung mengalokasikan bantuan RMP untuk siswa-siswi yang berhak menerima bantuan pendidikan.

Sekolah menggunakan bantuan operasional itu untuk memperbaiki fasilitas sehingga warga sekolah merasa aman dan nyaman selama kegiatan belajar mengajar.

“Harapannya semoga bantuan RMP ini akan terus berlanjut. Karena hingga saat ini sudah sangat terlihat kebermanfaatannya baik sekolah maupun siswa RMP,” jelas Hesti di Bandung.

Di sisi lain, Asep secara tegas meminta seluruh kepala sekolah yang menerima dana bantuan RMP mencermati dan merealisasikan dana sesuai aturan.

Ia meminta kepala sekolah menjaga amanah ini dengan baik dan menjaga kepercayaan. Karena Pemkot Bandung memperuntukkan bantuan itu bagi warga Kota Bandung yang membutuhkan.   Red

Komentar