Pansus 18 DPRD Kota Bandung Matangkan Raperda BPR, Dorong Bank Bandung Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

KABARHARMONI | BANDUNG, – Panitia Khusus 18 DPRD Kota Bandung terus mematangkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Kota Bandung.

Dalam rapat kerja yang berlangsung Selasa, 14 Juli 2026, Pansus menekankan penguatan peran Bank Bandung melalui dukungan penuh Pemerintah Kota Bandung, penyempurnaan regulasi, serta transformasi kelembagaan.

Langkah ini bertujuan agar BPR Kota Bandung mampu menjadi penggerak utama ekonomi daerah dan berkontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah.

Dorong Political Will Pemkot untuk Bank Bandung

Ketua Pansus 18 DPRD Kota Bandung, Bagja Jaya Wibawa, menyatakan tim harus menyusun matriks untuk mendukung pembahasan Raperda.

Matriks tersebut akan menjadi acuan agar proses pendalaman pasal berjalan lebih sistematis dan terarah.

Menurut Bagja, Pemerintah Kota Bandung harus memberikan kepercayaan terlebih dahulu kepada Bank Bandung sebelum masyarakat mempercayainya.

Pansus dapat mewujudkan dukungan itu dengan memberikan peran strategis kepada BPR.

Peran tersebut meliputi pengelolaan kas daerah, layanan payroll pegawai PPPK dan tenaga outsourcing, hingga berbagai layanan keuangan pemerintah lainnya.

“Pada intinya, BPR harus diberikan kepercayaan terlebih dahulu oleh Pemerintah Kota Bandung. Ini merupakan bentuk political will pemerintah daerah agar BPR memiliki ruang berkembang sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Bagja menilai ketentuan saat ini belum mengatur mekanisme pengawasan terhadap BPR secara optimal.

Karena itu, Pansus menggelar FGD lanjutan untuk membahas pasal demi pasal secara lebih mendalam.

Ia juga mendorong pemerintah membuat kebijakan yang mengikat agar Bank Bandung memiliki kepastian hukum dalam mengelola bidang usaha.

Menurutnya, pemerintah daerah wajib membuat kebijakan untuk Bank Bandung agar bank tersebut tidak bersaing bebas dengan bank umum.

BACA JUGA: Siti Marfuah dan Bagja Jaya Wibawa Pantau Stok dan Harga Bahan Pokok Jelang Nataru

Optimis Bangkit Meski Hadapi Tantangan

Sementara itu, Wakil Ketua Pansus 18 DPRD Kota Bandung, Indri Rindani, mengakui Bank Bandung saat ini masih menghadapi berbagai tantangan.

Tantangan tersebut mencakup tingginya rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan, serta persoalan kapasitas sumber daya manusia.

Meski demikian, Indri tetap optimistis BPR Bandung dapat bangkit dan berkembang.

Optimisme tersebut menguat setelah Pansus melakukan kunjungan kerja ke Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia.

Dari kunjungan itu, Pansus memperoleh banyak masukan terkait strategi transformasi BPR menjadi Perseroda.

“Kita harus memiliki semangat yang sama. Jangan pesimis melihat kondisi BPR saat ini. Justru melalui Pansus 18 ini kita ingin menghadirkan perubahan sehingga BPR Bandung dapat berkembang dan memberikan manfaat lebih besar bagi Kota Bandung,” katanya.

BACA JUGA: Indri Rindani Dorong Padat Karya Cigondewah Berkelanjutan, Tekankan Dampak Jangka Panjang

Perluas Akses UMKM dan Perkuat Sosialisasi

Indri menilai transformasi BPR harus mengarah pada dua sasaran utama.

Pertama, memperkuat kontribusi terhadap peningkatan PAD Kota Bandung.

Kedua, memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM dan industri kreatif.

Ia juga menyoroti rendahnya tingkat pengenalan masyarakat terhadap BPR Bandung.

Berdasarkan pengalamannya bertemu kelompok masyarakat, masih banyak warga yang belum mengetahui keberadaan maupun layanan BPR Bandung.

Oleh karena itu, Indri meminta pemerintah melakukan sosialisasi secara lebih masif.

Ia mendorong Bagian Perekonomian, OPD terkait, dan penguatan promosi melalui media digital turut terlibat.

Lebih lanjut, ia mendorong sinergi dengan OPD pembina UMKM.

Dengan kolaborasi tersebut, program pembiayaan BPR dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat dan memperluas basis nasabah.

“Kita samakan visi dan spirit untuk membangun kembali BPR Bandung. Dengan kolaborasi seluruh pihak, saya yakin BPR Bandung dapat bangkit dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi serta peningkatan PAD Kota Bandung,” katanya.    Red

Komentar