RSUD Bandung Kiwari Perkuat IGD: Response Time 99 Persen dan SDM Jadi Kunci Layanan Cepat

KABARHARMONI | BANDUNG, RSUD Bandung Kiwari terus meningkatkan mutu pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Rumah sakit secara rutin mengevaluasi indikator pelayanan dan memperkuat kompetensi tenaga kesehatan.

Upaya ini menjadi wujud nyata komitmen RSUD Bandung Kiwari dalam menghadirkan layanan kegawatdaruratan yang cepat, responsif, dan berkualitas bagi masyarakat Kota Bandung.

Komitmen tersebut mengemuka dalam talkshow “IGD Berbenah, Pelayanan Makin Cepat: Komitmen RSUD Bandung Kiwari untuk Masyarakat”, Kamis, 2 Juli 2026.

Hadir sebagai narasumber Direktur RSUD Bandung Kiwari, dr. H. Arief Budiman, Sp.A(K)., M.Kes., dan Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan, dr. Afriani Altis, MMRS.

Response Time IGD Tembus 99 Persen Sesuai Standar Nasional

dr Afriani Altis menjelaskan, RSUD Bandung Kiwari melakukan evaluasi rutin terhadap layanan IGD.

Pihak rumah sakit menjadikan response time dan waktu tunggu pasien sebagai tolok ukur utama kualitas layanan kegawatdaruratan.

“Berdasarkan data Januari hingga Juni 2026, capaian response time IGD telah mencapai sekitar 99 persen. Artinya, hampir seluruh pasien yang datang ke area triase telah mendapatkan penanganan awal dalam waktu maksimal lima menit sesuai standar pelayanan nasional,” ujarnya.

Meski capaian tersebut sudah baik, rumah sakit tetap mengidentifikasi sejumlah tantangan.

Salah satu kendala utama muncul dari keterbatasan kapasitas area triase.

Saat ini area triase hanya tersedia empat tempat tidur.

Ketika ruang triase dan ruang observasi penuh, pasien terpaksa menunggu sementara di ruang tunggu sampai tersedia tempat untuk penanganan awal.

Waktu Tunggu Pasien Jadi Tantangan Berikutnya

Selain response time, RSUD Bandung Kiwari juga memantau waktu tunggu pasien di IGD.

Hasil evaluasi menunjukkan 69 persen pasien mendapat pelayanan sesuai standar dengan waktu tunggu maksimal enam jam.

Namun, sekitar 31 persen pasien masih mengalami waktu tunggu lebih dari enam jam.

dr Afriani menilai keterbatasan kapasitas ruang rawat inap menjadi penyebab utama.

Kondisi ini terutama terjadi pada pasien kasus medis.

Selain itu, proses rujukan pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan juga memengaruhi lamanya waktu tunggu.

“Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lamanya waktu tunggu terutama dipengaruhi oleh keterbatasan kapasitas ruang rawat inap, khususnya bagi pasien kasus medis (medical), serta proses rujukan pasien yang membutuhkan tindakan lanjutan,” jelasnya.

Tantangan lain muncul dari layanan kateterisasi jantung.

RSUD Bandung Kiwari sudah memiliki laboratorium kateterisasi jantung.

Akan tetapi, layanan tersebut belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Akibatnya, RSUD Bandung Kiwari masih merujuk pasien serangan jantung yang butuh tindakan kateterisasi ke rumah sakit lain.

“Proses pencarian rumah sakit rujukan yang memiliki ketersediaan layanan turut memengaruhi lamanya waktu tunggu pasien di IGD,” katanya.

Penguatan SDM Jadi Fokus Pembenahan IGD

Direktur RSUD Bandung Kiwari, dr. H. Arief Budiman, Sp.A(K)., M.Kes., menegaskan, pembenahan layanan IGD tidak hanya bertumpu pada sarana dan prasarana.

Rumah sakit juga menguatkan kualitas sumber daya manusia sebagai garda terdepan pelayanan.

“Untuk meningkatkan kualitas pelayanan di IGD, RSUD Bandung Kiwari menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai salah satu langkah pembenahan utama. Pelayanan kegawatdaruratan merupakan pelayanan yang dituntut berlangsung cepat sehingga membutuhkan koordinasi yang baik dari seluruh tim,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, rumah sakit akan kembali menggelar pelatihan bagi tenaga medis, khususnya dokter jaga.

Materi pelatihan mencakup sistem triase, penentuan prioritas penanganan pasien, dan standar pelayanan di IGD.

Pelatihan ini penting karena RSUD Bandung Kiwari secara berkala melakukan pergantian dokter jaga.

Dengan begitu, seluruh dokter memiliki pemahaman seragam dalam menangani kasus kegawatdaruratan.

Selain pelatihan, RSUD Bandung Kiwari juga merencanakan penambahan jumlah dokter jaga di IGD.

Kebijakan ini bertujuan mempercepat proses penanganan pasien.

“Penambahan tenaga medis tersebut diharapkan dapat mempercepat proses penanganan pasien sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat,” tutup dr. Arief.

Komitmen Wujudkan Layanan IGD Cepat dan Aman

Melalui evaluasi berkelanjutan, penguatan kompetensi tenaga kesehatan, dan penambahan personel medis, RSUD Bandung Kiwari berupaya menghadirkan layanan IGD yang semakin cepat, efektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Langkah ini juga menjawab berbagai tantangan pelayanan kegawatdaruratan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang rumah sakit berikan.

Dengan strategi tersebut, RSUD Bandung Kiwari menargetkan seluruh pasien IGD mendapat penanganan awal tepat waktu dan perawatan lanjutan tanpa hambatan berarti.    Red

Komentar