KABARHARMONI | BANDUNG, – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung untuk memperkuat peran dalam penanganan kesehatan mental masyarakat, termasuk dalam upaya pencegahan bunuh diri.
Farhan menyampaikan dorongan tersebut saat memberikan sambutan sekaligus menutup Bulan Dana PMI Kota Bandung Tahun 2026 di Pendopo Kota Bandung, Jumat, 18 September 2026.
Farhan menilai PMI memiliki jaringan relawan yang luas dan pengalaman panjang dalam penanganan kemanusiaan.
Oleh karena itu, PMI dapat mengembangkan kapasitas tersebut untuk merespons persoalan kesehatan mental yang semakin kompleks.

“Palang Merah Indonesia saya harapkan menjadi bagian dari upaya bersama-sama kita untuk melakukan pencegahan bunuh diri di Kota Bandung yang terjadi hampir setiap bulan,” ujar Farhan.
Usai menutup Bulan Dana PMI Kota Bandung Tahun 2026, Farhan menerima penghargaan dari Ketua PMI Kota Bandung, Ade Koesjanto.
BACA JUGA: Himpun Rp2 Miliar Lebih, Farhan Titip Amanah Besar di Penutupan Bulan Dana PMI Kota Bandung
Pahami Akar Masalah Depresi, Bukan Hanya Saat Krisis
Menurut Farhan, publik perlu memahami persoalan bunuh diri secara lebih menyeluruh.
Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut berkaitan erat dengan kondisi psikologis dan depresi yang seseorang alami.
Karena itu, upaya pencegahan tidak cukup berjalan ketika seseorang sudah berada dalam kondisi krisis.
Selanjutnya, Farhan juga mendorong PMI untuk memperluas rekrutmen relawan.
Ia menilai aktivitas kerelawanan membuat seseorang merasa bermanfaat bagi orang lain.
“Perluasan rekrutmen relawan ini saya harapkan bisa menambah semangat orang-orang untuk memberikan manfaat pada orang lain. Dan ini salah satu obat yang sangat baik untuk mencegah suicide,” katanya.
Selain itu, Farhan berharap PMI mulai memberikan pembekalan khusus kepada relawan mengenai penanganan orang-orang yang menunjukkan ciri-ciri memiliki kecenderungan bunuh diri.
“Mungkin Palang Merah Indonesia sudah mulai memasukkan, dalam tanda kutip, kurikulum bagi para relawannya tentang penanganan orang-orang yang sudah punya ciri-ciri suicidal,” ujarnya.
BACA JUGA: Pemkot Bandung Kucurkan Rp43,22 Miliar untuk Pendidikan: Farhan Soroti Kesehatan Mental Pelajar
Perkuat Kolaborasi, 12 Puskesmas di Bandung Sudah Miliki Psikolog Klinis
Farhan menjelaskan Pemerintah Kota Bandung juga telah melakukan langkah serupa.
Pemkot menggandeng Himpunan Sarjana Psikologi Indonesia untuk melatih guru Bimbingan dan Konseling (BK).
Pelatihan tersebut mengarahkan guru agar mampu melakukan asesmen terhadap anak-anak sekolah.
Kemudian, apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut, Farhan menyebut 12 puskesmas telah mendapatkan penempatan psikolog klinis.
Menurutnya, upaya tersebut perlu mendapat penguatan melalui kolaborasi lintas pihak, termasuk PMI dan Dinas Kesehatan Kota Bandung.
“Maka PMI pun harus merespons ini sebagai bagian dari solusi permasalahan masyarakat modern. Masyarakat modern ini stresnya makin lama makin tinggi,” katanya.
Farhan menilai tekanan yang anak-anak hadapi saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya.
Persaingan pendidikan dan pekerjaan semakin ketat, sementara media sosial membuat persoalan pribadi dapat tersebar dan menjadi perhatian banyak orang.
“Jadi memang risiko tekanan stres kepada anak-anak kita sekarang ini jauh meningkat dari zaman kita,” ujarnya.
Karena itu, Farhan meminta PMI mulai menjadi mitra Dinas Kesehatan Kota Bandung dalam mengembangkan penanganan kesehatan mental.
“Mungkin memang saatnya Palang Merah Indonesia menjadi mitra dari Dinas Kesehatan Kota Bandung untuk mulai mengembangkan penanganan masalah kesehatan mental,” katanya.
Hotline dan Peran Keluarga Jadi Kunci Pencegahan
Selain penguatan layanan, Farhan juga menyoroti pentingnya akses bagi masyarakat untuk mencari bantuan.
Ia menilai jalur konsultasi atau hotline perlu kembali mendapat penguatan karena sebagian masyarakat masih merasa malu atau khawatir ketika ingin mencari pertolongan.
“Hotline menjadi penting. Nanti tahun depan saya akan pastikan kita punya jalur hotline lagi,” ujar Farhan.
Lebih lanjut, Farhan menekankan pentingnya peran keluarga.
BACA JUGA: Pemkot Bandung Luncurkan Keswandu, Target Respons Darurat 8 Menit
Farhan: Depresi Tidak Cukup Lawan dengan Suruh Bersyukur
Menurutnya, keluarga perlu memahami bahwa respons terhadap anggota keluarga yang mengalami depresi tidak cukup hanya dengan meminta mereka bersyukur atau memperbanyak ibadah.
“Enggak bisa pendekatan seperti itu. Ternyata untuk depresi enggak bisa. Nah, itulah yang menjadi pekerjaan rumah bersama,” katanya.
Akhirnya, Farhan menitipkan pesan kepada Dinas Kesehatan dan PMI agar kembali memperkuat langkah bersama dalam penanganan dan penyehatan mental warga Kota Bandung.
“Saya ingin menitipkan kepada Dinas Kesehatan, Palang Merah Indonesia agar mulai memulai langkah kita lagi untuk melakukan penanganan penyehatan mental warga Kota Bandung,” tutur Farhan. Red







Komentar