KABARHARMONI | BANDUNG, – Pemerintah Kota Bandung mempercepat penanganan sampah dengan mengembangkan teknologi Solid Recovered Fuel (SRF) di kawasan Gedebage.
Teknologi ini menawarkan solusi strategis karena mampu mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan energi alternatif bernilai ekonomi.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan hal tersebut saat memimpin Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin 21 September 2026.
BACA JUGA: Mulai 21 Juni 2025, Teknologi Biodigester di Pasar Tradisional Gedebage Siap Mengolah Sampah Organik
Pemkot Bandung Gandeng Danantara, PLN dan Pertamina Bangun SRF Gedebage
Farhan mengungkapkan Pemkot Bandung saat ini menyiapkan fasilitas SRF di Gedebage melalui kolaborasi lintas sektor.
Pemkot Bandung menggandeng pemerintah pusat, Danantara, PLN, dan Pertamina untuk merealisasikan proyek tersebut.
Teknologi SRF Ubah Sampah Jadi Arang Energi
Menurut Farhan, teknologi SRF mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif berbentuk arang.
Industri dan pembangkit listrik kemudian dapat memanfaatkan arang tersebut sebagai sumber energi.
“Pada prinsipnya SRF adalah pengolahan sampah yang menghasilkan arang sebagai sumber energi alternatif yang bisa dimanfaatkan oleh industri maupun PLN,” ujar Farhan.

Farhan menjelaskan fasilitas SRF Gedebage memiliki rancangan kapasitas pengolahan sekitar 300 ton sampah per hari.
Kehadirannya akan mengurangi beban pengangkutan sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sampah yang selama ini warga anggap sebagai limbah.
BACA JUGA: Pasirlayung Cibeunying Kidul Tuntaskan 560 Kg Sampah Organik Setiap Hari dengan Rumah Maggot
Farhan Minta Camat dan Lurah Kawal Proyek SRF
Farhan menilai terobosan SRF sangat penting karena persoalan sampah masih menjadi tantangan utama perkotaan, termasuk Kota Bandung.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh Camat dan Lurah ikut memantau perkembangan proyek tersebut.

BACA JUGA: Wali Kota Farhan Dorong Kecamatan dan Kelurahan Bandung Berinovasi Kelola Sampah dari Rumah
Farhan menegaskan dukungan kewilayahan menjadi faktor kunci untuk memastikan program berjalan lancar dan masyarakat sekitar menerimanya dengan baik.
“Kalau ini berhasil, akan kita kembangkan di seluruh enam satuan wilayah kerja Kota Bandung. Karena itu para camat dan lurah harus ikut memperhatikan proses perkembangannya,” katanya.
Pemkot Bandung menargetkan jika proyek percontohan di Gedebage berhasil, maka Pemkot Bandung akan mereplikasi teknologi serupa di enam Satuan Wilayah Kerja (SWK) di Kota Bandung. Red







Komentar