Peringatan Haornas ke-43, Wali Kota Farhan Bidik Bandung Jadi Pusat Sport Tourism Jabar

KABARHARMONI | BANDUNG, – Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmen menjadikan olahraga sebagai gaya hidup masyarakat sekaligus mendorong Kota Bandung menjadi pusat penyelenggaraan event olahraga di Jawa Barat.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan tekad tersebut saat menghadiri Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 tingkat Kota Bandung di GOR Bandung, Selasa (6/10).

Meskipun Kota Bandung tidak menggelar peringatan Haornas tepat pada 9 September 2026, Farhan menegaskan bahwa pergeseran jadwal tersebut sama sekali tidak mengurangi makna dan semangat Haornas itu sendiri.

Farhan Gaungkan Semangat Memasyarakatkan Olahraga

Wali Kota Farhan mengingatkan kembali pesan utama setiap peringatan Haornas.

Menurutnya, semangat tersebut masih sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

“Pesan yang ingin dibawa di setiap Hari Olahraga Nasional yaitu memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat,” ujar Farhan.

Lebih lanjut, Farhan menjelaskan bahwa Pemkot Bandung memiliki visi yang jelas untuk membangun kota yang mampu menjadi tuan rumah terbaik bagi berbagai event olahraga.

Visi tersebut mencakup event berorientasi prestasi dan juga sport tourism.

Oleh karena itu, Farhan menilai upaya tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.

Ia menyebut dukungan harus datang dari pemerintah, KONI, NPCI, organisasi olahraga masyarakat, DPRD, hingga berbagai unsur lainnya.

BACA JUGA: Farhan Ajak Warga Bandung Bahagia Luar Dalam Lewat Olahraga dan Ruang Publik Inklusif

Tekankan Bandung sebagai City of Champions yang Inklusif

Pada kesempatan tersebut, Farhan kembali menegaskan identitas Bandung sebagai City of Champions atau kota para juara.

Ia berpendapat bahwa prestasi olahraga tidak hanya lahir dari kompetisi, melainkan juga dari proses pembinaan atlet yang konsisten sejak usia dini.

“Olahraga harus bisa dilaksanakan oleh siapa pun tanpa mengenal usia, tanpa mengenal kelas sosial, bahkan harus memiliki inklusivitas yang tinggi,” katanya.

BACA JUGA: Wali Kota Bandung Bertekad Jadikan Bandung sebagai Kota paling Sehat di Indonesia dan Deklarasikan Bandung sebagai City of Champions

Pemkot Bandung Kaji Wajib Olahraga 3 Kali Seminggu di SD dan SMP Negeri

Sebagai langkah konkret, Farhan mengungkapkan bahwa Pemkot Bandung tengah mengkaji kebijakan strategis di dunia pendidikan.

Saat ini, pihaknya bersama Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengkaji penambahan jam pelajaran olahraga bagi siswa SD dan SMP negeri.

Dalam skema yang Pemkot kaji, siswa akan melakukan kegiatan olahraga tiga kali dalam sepekan. Setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat, masing-masing selama 30 menit.

Namun demikian, Farhan menegaskan bahwa penerapan kebijakan tersebut masih menunggu hasil kajian akhir.

Apabila kajian menyatakan layak, Pemkot akan melakukan tahap piloting di sejumlah sekolah.

BACA JUGA: Cegah Obesitas Anak, Wali Kota Bandung Rencanakan Olahraga Siswa Tiga Kali Seminggu

Olahraga sebagai Peradaban Tertinggi untuk Persatuan

Bagi Farhan, olahraga memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar mengejar medali dan prestasi.

Ia memandang olahraga sebagai sarana fundamental untuk membangun kesehatan, kebugaran, kegembiraan, karakter, persatuan, dan kemanusiaan.

“Olahraga adalah salah satu bentuk peradaban tertinggi manusia bagi persatuan, kesatuan, dan kemanusiaan,” ujarnya.

Akhirnya, Farhan berharap semangat Haornas terus hidup di tengah masyarakat.

Ia ingin Bandung tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga tumbuh menjadi kota yang sehat, aktif, bugar, inklusif. Serta mampu menjadi tuan rumah berbagai event olahraga berskala nasional hingga internasional.     Red

Komentar