KABARHARMONI | BANDUNG, – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung secara resmi menggelar Lomba Toilet Bersih bagi Sekolah Negeri jenjang SD dan SMP tahun 2026.
Pemkot meluncurkan program ini sebagai komitmen kuat untuk mewujudkan sekolah yang bermutu, berkarakter, dan Utama di Kota Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menjelaskan bahwa Pemkot mengawali langkah strategis ini dari arahan Presiden.
Selanjutnya, Dinas Pendidikan menindaklanjuti arahan tersebut melalui realisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah.
Toilet Jadi Cermin Budaya Mutu Sekolah
Farhan menegaskan bahwa toilet sekolah mencerminkan budaya mutu dan karakter sebuah sekolah.
Menurutnya, kondisi toilet memperlihatkan cara warga sekolah menghargai kebersihan lingkungan.
“Toilet sekolah sebagai cerminan utama budaya mutu dan karakter sebuah sekolah, hal tersebut bisa memperlihatkan cara warga sekolah menghargai kebersihan lingkungan, terutama toilet,” kata Farhan, Senin 26 Oktober 2026.
Wali Kota menuturkan bahwa temuan di lapangan menunjukkan beberapa toilet sekolah masih memerlukan perhatian bersama.
Ia menyebut masih ada toilet yang kondisinya belum optimal, serta belum memperhatikan lingkungan ramah anak dan belum inklusif.
BACA JUGA: Ketua DPRD Kota Bandung Temukan Masalah mulai dari Infrastruktur Sekolah hingga Kebutuhan Guru
Bukan Sekadar Lomba, Tapi Gerakan Peradaban
“Dengan adanya lomba toilet bersih ini, diharapkan semua pihak beberes. Meningkatkan kesadaran warga sekolah dalam menjaga kebersihan dan kelayakan fasilitas sekolah yang memang betul-betul digunakan sehari-hari oleh warga sekolah,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa penyelenggaraan ini bukan sekadar ajang kompetisi untuk mencari toilet yang paling bersih.
Lebih dari itu, Pemkot mendorong lomba ini sebagai gerakan peradaban untuk meningkatkan kesadaran warga sekolah, menciptakan toilet yang ramah anak dan inklusif, hingga menjadikan toilet sebagai media edukasi PHBS.
Pemkot Tetapkan Jadwal dan Delapan Kriteria Penilaian
Sebagai informasi, Pemkot Bandung memulai rangkaian Lomba Toilet Bersih dengan menggelar sosialisasi pada 6 Oktober 2026.
Selanjutnya, Pemkot menetapkan masa pembenahan mandiri pada 7-21 Oktober 2026 dan menjadwalkan penilaian pada 22 Oktober hingga 8 November 2026.
Tim juri akan menilai delapan kriteria utama, mulai dari kebersihan, kesehatan, kelengkapan sarana prasarana, keamanan dan kenyamanan, inklusivitas, otomasi budaya dan partisipasi, estetika, hingga inovasi dan edukasi.
“Saya minta kepada seluruh warga SD dan SMP Negeri untuk mengikuti lomba toilet bersih ini. Mari kita sama-sama bergotong royong mewujudkan lingkungan yang bersih,” pungkasnya. Red







Komentar