Revitalisasi Pasar Cijerah Cerah Bandung Sukses Jadi Pasar SNI Pertama dan Lahirkan Food Market

KABARHARMONI | BANDUNG, – Revitalisasi Pasar Cijerah Cerah di Kota Bandung menghadirkan perubahan signifikan dari sisi kebersihan, kenyamanan, penataan, hingga fasilitas bagi pedagang dan pengunjung.

Pasar yang sebelumnya identik dengan tumpukan sampah dan kondisi yang kurang tertata ini kini bertransformasi menjadi ruang perdagangan yang lebih bersih dan nyaman, sekaligus menghadirkan Cijerah Food Market sebagai upaya memperluas aktivitas ekonomi.

Revitalisasi 8 Bulan Berbuah Pasar Pertama Ber-SNI di Bandung

Kepala Pasar Cijerah Cerah Kota Bandung, Denny Arifin mengatakan, proses revitalisasi pasar berlangsung selama 7-8 bulan.

Menurutnya, proses pembangunan berjalan kondusif berkat dukungan penuh dari para pedagang dan unsur kewilayahan.

Revitalisasi Pasar Cijerah Cerah merupakan hasil kolaborasi Perumda Pasar Juara Kota Bandung bersama PT Mitra Karya Prospekta.

“Pasar Cijerah Cerah merupakan salah satu dari sekian banyak pasar di Kota Bandung yang telah melakukan revitalisasi atau peremajaan. Alhamdulillah, setelah peremajaan, pasar dapat beroperasi dengan lancar dan didukung penuh oleh semua pihak,” ujar Denny saat ditemui di kawasan Pasar Cijerah Cerah, Senin, 26 Oktober 2026.

Denny menjelaskan, perubahan pasar terlihat jelas dari kondisi lingkungan yang lebih bersih, penataan kios yang lebih baik, serta fasilitas yang semakin memadai.

Bahkan, Pasar Cijerah Cerah telah melalui proses audit oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan mencatatkan sejarah sebagai pasar pertama di Kota Bandung yang lulus Standar Nasional Indonesia (SNI).

BACA JUGA: Pemkot Bandung Tinjau Ulang Kerja Sama Pasar Baru Trade Center Pasca Pandemi Covid-19

Fasilitas Lebih Tertata dan Kelola Sampah Mandiri Lewat Budidaya Maggot

Dari sisi fasilitas, Pasar Cijerah Cerah kini memiliki toilet yang lebih representatif, fasilitas keamanan dan kebersihan yang optimal, serta area parkir yang lebih tertata.

Oleh karena itu, pengunjung dapat memarkirkan kendaraan dengan nyaman di sejumlah area yang pengelola sediakan, baik untuk sepeda motor maupun mobil.

Selain itu, pengelolaan sampah menjadi salah satu perubahan penting setelah revitalisasi.

Saat ini, pengelola mulai mengembangkan pengolahan sampah secara mandiri, khususnya sampah organik melalui budidaya maggot atau larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly).

Denny menjelaskan, pengolahan tersebut masih dalam tahap pengembangan.

Saat ini, pengelola mengolah sekitar satu kuintal sampah organik dengan hasil budidaya maggot kurang lebih 12 kilogram per minggu.

Selanjutnya, pengelola menyalurkan maggot tersebut untuk pakan ikan di kolam-kolam sekitar wilayah pasar.

“Untuk pengolahan sampah, kami melakukan magotisasi. Hasilnya kami coba suplai ke kolam-kolam yang ada di wilayah sekitar. Jadi, sampah organiknya sudah mulai kami kelola,” katanya.

BACA JUGA: Akhirnya Tak Lagi Becek, Pedagang Antusias Sambut Wajah Baru Pasar Ciroyom

Hadirkan Cijerah Food Market, Putaran Ekonomi Pasar Makin Hidup

Selain memperbaiki fasilitas pasar tradisional, pengelola juga mengembangkan Cijerah Food Market yang mereka luncurkan pada 17 Oktober 2026.

Pengelola sengaja menghadirkan area kuliner ini untuk menghidupkan aktivitas pasar di luar jam perdagangan tradisional sekaligus memperluas peluang usaha bagi para pelaku usaha kuliner.

Di Cijerah Food Market, pengunjung dapat menikmati beragam pilihan makanan tradisional dan kopi.

Sementara itu, pengelola masih membuka kesempatan bagi calon tenant yang ingin mengembangkan usaha di kawasan tersebut.

Denny berharap keberadaan area kuliner ini dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang saling mendukung antara pedagang pasar tradisional dan pelaku usaha kuliner.

“Kami mencoba melakukan aktivasi untuk mendorong ekonomi atau ekosistem yang ada di Pasar Cijerah ini. Harapannya, pengunjung yang datang ke food market juga bisa berbelanja di pasar tradisional, sehingga seluruh ekosistemnya berjalan dan roda ekonomi tetap berputar dengan baik,” tuturnya.

Untuk jam operasional, pasar tradisional mulai beroperasi sejak pukul 03.00 WIB, khususnya untuk area basah, hingga sekitar pukul 18.00 WIB.

Sementara itu, Cijerah Food Market beroperasi hingga pukul 21.00 WIB pada hari kerja dan pukul 22.00 WIB pada akhir pekan.

Agar semakin menarik, pengelola juga menggelar berbagai kegiatan, seperti pertunjukan musik langsung dan nonton bareng pertandingan sepak bola, untuk menarik kunjungan masyarakat.

Saat ini, Pasar Cijerah Cerah menaungi sekitar 190 pedagang dari berbagai komoditas.

Para pedagang yang telah bertahun-tahun beraktivitas di pasar tersebut pun merasakan langsung dampak revitalisasi.

BACA JUGA: Wakil Wali Kota Bandung: Masalah Relokasi Pedagang Pasar Cihaurgeulis Perlu Diputuskan dengan Cepat

Pedagang Rasakan Langsung Dampak Perubahan

Pedagang sayuran Rudi yang telah berjualan 12 tahun ini menilai kondisi pasar sekarang jauh lebih baik.

Ia merasakan perubahan dari sisi kebersihan, perawatan bangunan, hingga kenyamanan saat berjualan.

“Dulu pasarnya kurang bagus, sekarang mah bagus. Kalau dulu banyak yang bocor, sekarang enak, bersih, terawat, dan tertata. Yang belanja juga sekarang nyaman,” ujar Rudi.

Hal senada Idan sampaikan. Pedagang yang telah berjualan di Pasar Cijerah selama sekitar 20 tahun ini menilai penataan tempat berdagang dan area parkir yang lebih baik memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli.

“Sekarang tempatnya lebih bagus, lebih enak, dan lebih nyaman buat yang belanja. Tempat parkir juga lumayan luas. Harapannya, jualan bisa ramai terus dan semakin banyak pengunjung yang datang,” kata Idan.

Ke depan, Denny berharap masyarakat meningkatkan kunjungan dan semua pihak mendukung penjagaan ketertiban di sekitar pasar, termasuk penataan pedagang kaki lima (PKL)..

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat, khususnya warga Bandung Kulon dan Kota Bandung, serta masyarakat dari wilayah sekitar, untuk berbelanja dan menikmati kuliner di Pasar Cijerah Cerah.

“Bagi warga yang ingin berbelanja kebutuhan sehari-hari ataupun kuliner, silakan datang ke sini. Banyak pilihan, mulai dari sarapan sampai makan malam, kopi juga tersedia,” ajaknya.     Red

Komentar