KABARHARMONI | BANDUNG, – Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung memperkuat langkah transformasi lembaga pelatihan kerja melalui percepatan akreditasi dan peningkatan kualitas instruktur.
Langkah itu memastikan pelatihan kerja berjalan lebih efektif dan selaras dengan kebutuhan industri.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, menegaskan peran strategis LPK menjembatani dunia pelatihan dan dunia kerja.
Ia menyampaikan hal tersebut saat membuka Bimbingan Teknis Metodologi bagi pengelola dan instruktur Lembaga Pelatihan Kerja swasta di Hotel Oakwood, Selasa 19 Mei 2026.
“LPK adalah penghubung utama antara pelatihan dan industri. Karena itu, kualitasnya harus benar-benar terjamin,” ujarnya.
200 LPK Bandung Kejar 8 Standar Akreditasi
Saat ini, Kota Bandung memiliki lebih dari 200 LPK.
Sebagian lembaga itu telah terakreditasi dan menunjukkan kualitas yang terus berkembang.
Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung berkomitmen mendorong LPK penuhi standar akreditasi.
Untuk itu, akreditasi LPK mencakup delapan standar utama.
Standar itu mulai dari aspek kelembagaan, tenaga pengajar, hingga sarana dan prasarana.
Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung menghadirkan program pembinaan dan pelatihan untuk mempercepat proses tersebut.
Sebagai langkah konkret, Dinas Ketenagakerjaan melatih instruktur LPK kuasai metodologi pembelajaran.
Yayan menilai hal ini krusial untuk memastikan efektivitas proses pelatihan.
“Metodologi pengajaran menjadi kunci. Pelatih yang kompeten akan menghasilkan lulusan yang kompeten,” jelas Yayan.
BACA JUGA: Disnaker Gaspol 139 Paket Pelatihan Kerja, Siapkan 2.780 Warga Bandung
Dinas Ketenagakerjaan Prioritaskan LPK Terakreditasi
Selain itu, Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung memberi stimulus infrastruktur pelatihan untuk penuhi standar akreditasi.
Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung menerapkan pendekatan ini secara bertahap dengan melibatkan LPK.
“Pemerintah hadir sebagai stimulan. Namun, LPK juga harus memiliki komitmen dan upaya mandiri untuk memenuhi standar,” katanya.
Sebagai apresiasi, Dinas Ketenagakerjaan prioritaskan program untuk LPK terakreditasi.
Yayan berharap kebijakan ini mampu mendorong peningkatan kualitas secara menyeluruh.
“LPK terakreditasi akan mendapatkan prioritas dalam berbagai program pelatihan. Ini menjadi motivasi bagi lembaga lain untuk terus meningkatkan kualitasnya,” ujarnya.
BACA JUGA: Disnaker Kota Bandung Perluas Program Padat Karya, Serap 4.600 Warga di 92 Titik Lokasi
Perkuat Penyaluran Tenaga Kerja hingga ke Luar Negeri
Di sisi lain, Dinas Ketenagakerjaan perkuat kolaborasi dengan LPK salurkan tenaga kerja ke luar negeri.
Melalui pendekatan baru, LPK berperan aktif menyeleksi calon tenaga kerja yang memiliki kesiapan kompetensi, mental, dan komitmen.
“Kami ingin memastikan calon tenaga kerja benar-benar siap sebelum dilatih lebih lanjut, sehingga hasilnya optimal,” jelas Yayan.
Sejalan itu, Dinas Ketenagakerjaan kembangkan pelatihan bahasa Jepang untuk dukung penempatan kerja ke luar negeri.
Tahun ini, Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung menargetkan peningkatan jumlah peserta pelatihan secara bertahap.
Tidak hanya itu, Dinas Ketenagakerjaan jalankan program padat karya dan perluas kerja jangka pendek bagi masyarakat.
Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung menargetkan program ini memberi manfaat langsung dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Lewat berbagai langkah strategis itu, Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung optimistis membangun ekosistem pelatihan kerja yang makin berkualitas, adaptif, dan berdaya saing.
“Tujuan akhirnya adalah menciptakan tenaga kerja yang kompeten, sejahtera, dan mampu bersaing di tingkat global,” ungkapnya.
BACA JUGA: Pemkot Bandung Targetkan Serap 8.592 Tenaga Kerja Lewat Padat Karya 2026
Bimtek 4 Hari Cetak Instruktur LPK Berstandar SKKNI
Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Kerja, Rina Indrisari Nugraha mengatakan, Bimtek ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada pengelola dan instruktur LPK terkait teknik dan strategi metodologi pengajaran yang efektif.
Selain itu, Rina menjelaskan bimtek ini meningkatkan kompetensi instruktur menyusun perangkat pembelajaran, menyampaikan materi sistematis, serta mengevaluasi hasil belajar sesuai standar nasional SKKNI.
Ia menuturkan, kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja tahun 2026 yang berfokus pada peningkatan kualitas pelatihan kerja di Kota Bandung.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan para instruktur mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Sebagai informasi, Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung menggelar Bimtek metodologi ini selama empat hari, 19–22 Mei 2026.
Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung melibatkan 20 peserta dari berbagai LPK dalam kegiatan itu. Red







Komentar