KABARHARMONI | BANDUNG, – Great Bandung Sampah 2026 menghadirkan cara baru mengajak warga peduli lingkungan.
Komunitas ini menggelar “Bazar Bayar Pakai Sampah” di Balai Kota Bandung, Sabtu 12 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, warga menukarkan sampah dengan voucher.
Voucher itu selanjutnya warga gunakan untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dan kacamata gratis.
Great Bandung Sampah Gabungkan Isu Lingkungan dan Kesehatan
Great Bandung Sampah 2026 merupakan komunitas lintas generasi.
Anggotanya berasal dari berbagai latar belakang budaya dan agama.
Kegiatan ini sejalan dengan kampanye kepedulian terhadap persoalan sampah di Kota Bandung.
Isu sampah sendiri menjadi salah satu perhatian utama Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
Ketua Great Bandung, Kikit Wiriyanti Sugata, turut turun langsung dalam kegiatan tersebut.
Ia menggabungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan manfaat nyata bagi masyarakat.
BACA JUGA: Ratusan Warga Bandung Antusias Ikuti Bazar Bayar Pakai Sampah di Balai Kota Bandung
30 UMKM Bandung Ramaikan Bazar Harga Mulai Rp10.000
Selain penukaran sampah, acara ini juga menggerakkan ekonomi lokal.
Sekitar 30 UMKM dari berbagai kecamatan di Kota Bandung ikut meramaikan bazar.
Para pelaku UMKM menawarkan beragam produk.
Mulai dari makanan, minuman, kerajinan, hingga pakaian.
Harga produk yang mereka jual mulai dari Rp10.000.
Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya membersihkan lingkungan.
Kegiatan ini juga membuka ruang bagi UMKM untuk menjangkau pembeli.
BACA JUGA: Wakil Wali Kota, Erwin: Pemkot Bandung akan Membangun UMKM Center di 30 Kecamatan
Warga Antusias Tukar Sampah Jadi Layanan Kesehatan
Antusiasme warga terlihat dari sejumlah pengunjung yang datang membawa sampah dari rumah.
Rusmawati salah satunya.
Ia mengetahui kegiatan ini melalui Instagram.
Ia kemudian membawa botol-botol minuman bekas dari rumah untuk ditukarkan.
Dari sampah tersebut, Rusmawati mendapatkan kupon.
Kupon itu kemudian ia gunakan untuk pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan kacamata.
“Inginnya seperti ini lagi, karena senang kita dibantu. Gratis, dapat kacamata juga, dapat diperiksa juga,” ujar Rusmawati.
Pengunjung lain, Yudi, juga membawa botol kaleng dan botol minuman bekas dengan berat kurang dari satu kilogram.
Ia menukarkan sampah itu dengan kupon.
Kupon tersebut ia gunakan untuk pemeriksaan mata dan mendapatkan kacamata.
Menurut Yudi, kegiatan seperti ini harus terus berjalan.
Ia mendorong panitia melakukan sosialisasi lebih luas agar semakin banyak warga ikut.
Selain itu, ia juga berharap lebih banyak UMKM dapat terlibat.
“Penanganannya nggak cukup dari pemerintah aja. Dari kita juga harusnya,” kata Yudi.
Hal senada disampaikan Rahmat Rohiyat.
Ia mengetahui kegiatan ini dari anaknya.
Ia kemudian membawa botol air mineral bekas dari rumah.
Setelah menukar, ia mendapatkan kupon dan kacamata.
Rahmat berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar.
Ia ingin acaranya lebih meriah dan memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat.
BACA JUGA: FIB Unpad dan BIYA Project Sulap Sampah Plastik Jadi Berkah Ekonomi Warga Cijambu Sumedang
Sampah Tak Bernilai Berubah Jadi Manfaat
Melalui kegiatan ini, sampah yang biasanya dianggap tidak bernilai berubah menjadi manfaat.
Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan tersebut juga memberi akses layanan kesehatan bagi warga.
Di sisi lain, kegiatan ini turut mendukung pergerakan UMKM lokal di Kota Bandung.
Dengan konsep “bayar pakai sampah”, Great Bandung Sampah 2026 membuktikan kepedulian lingkungan bisa berjalan beriringan dengan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Red







Komentar