Wali Kota Farhan Dukung Kawih Sinom Lawan Narkoba, Siap Jadikan Muatan Lokal di Sekolah Bandung

KABARHARMONI | BANDUNG, – Pemerintah Kota Bandung secara tegas mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui seni dan budaya.

Dukungan itu Wali Kota Bandung Muhammad Farhan tunjukkan saat menghadiri Grand Final Pasanggiri Agung Kawih Sinom “Narkoba Musuh Bangsa” yang BNN Provinsi Jawa Barat gelar di Gedung Pusat Kebudayaan, Jalan Naripan, Senin 14 September 2026.

Kegiatan ini memadukan seni tradisional Sunda dengan kampanye antinarkoba.

Alhasil, acara tersebut berubah menjadi ruang edukasi kreatif bagi pelajar dan masyarakat untuk menyuarakan penolakan terhadap narkoba melalui lantunan kawih sinom.

Farhan Apresiasi Inovasi BNN Jabar Lewat Seni Tradisi

Dalam kesempatan itu, Farhan memberikan apresiasi tinggi kepada Kepala BNN Provinsi Jawa Barat Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono, S.I.K., M.Si.

Ia menilai pendekatan yang BNN Jabar hadirkan berbeda dan menyentuh langsung generasi muda.

“Saya sangat menghargai apa yang dilakukan oleh Kepala BNN Provinsi. Beliau juga ternyata seorang seniman. Saya insyaAllah izin untuk mempelajarinya. Kami akan membawa ini ke Dinas Pendidikan Kota Bandung agar bisa dijadikan sebagai muatan lokal,” ujar Farhan.

Lebih lanjut, Farhan menilai pendekatan budaya merupakan salah satu cara paling efektif untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda sejak dini.

Pasalnya, pelajar di Kota Bandung selama ini memiliki tradisi kuat dalam mengikuti berbagai pasanggiri dan kompetisi seni budaya Sunda.

BACA JUGA: Pasanggiri Kawih Sinom “Narkoba Musuh Bangsa” Sukses Digelar, BNN Jabar Ajak Anak Muda Lawan Narkoba Lewat Seni

Rencana Jadikan Kawih Sinom Bagian Kurikulum Sekolah

Farhan juga menyoroti keaktifan sekolah-sekolah di Kota Bandung.

Baik tingkat SD maupun SMP, sekolah di Bandung rutin mengikuti berbagai lomba pasanggiri hingga tingkat Jawa Barat.

Oleh karena itu, ia melihat konsep edukasi antinarkoba melalui kawih sinom memiliki potensi besar untuk diterapkan di lingkungan pendidikan.

“InsyaAllah mudah-mudahan ini bisa kita jadikan sebagai bagian dari muatan lokal di sekolah masing-masing,” katanya.

BACA JUGA: Wali Kota Bandung Instruksikan Pakta Integritas Orang Tua SD-SMP: Benteng Awal Lindungi Anak dari Narkoba

Kunci Pencegahan: Kendalikan Rasa Ingin Tahu dan FOMO

Selain lewat seni, Farhan juga menekankan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.

Menurutnya, rasa ingin tahu dan tekanan pergaulan atau fear of missing out (FOMO) merupakan dua faktor utama yang mendorong anak muda mencoba hal-hal berisiko.

“Hal pertama yang mesti dilakukan dalam menanggapi masalah ini di kerangka pencegahan dini adalah bagaimana kita bisa mengendalikan rasa ingin tahu para remaja. Nomor dua, peer pressure atau tidak mau ketinggalan dengan orang lain. Jadi ada dua, rasa ingin tahu dan FOMO,” ujarnya.

Farhan menjelaskan, kedua faktor tersebut sebenarnya dapat menjadi potensi positif apabila orang tua dan sekolah mengarahkannya pada hal-hal yang membangun, seperti prestasi dan pengembangan diri.

Namun, tanpa pengawasan yang baik, rasa ingin tahu dan FOMO justru dapat menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkoba.

“Para orang tua di keluarga terutama itu jadi gerbang pertama untuk bisa mengendalikan rasa ingin tahu dan juga FOMO dari anak-anak kita,” tuturnya.

Ia mencontohkan, rasa ingin tahu sering muncul karena ajakan atau pengaruh lingkungan pergaulan.

Sementara itu, FOMO membuat sebagian remaja takut berbeda saat menolak ajakan negatif dari teman sebaya.

“Ketika FOMO nanti kan enggak enak dibilangin, ‘Ah payah lu enggak ngerokok, ah payah lu enggak pakai’. Nah itu yang harus dikelola dengan sangat baik, baik oleh keluarga maupun oleh sekolah. Itu tantangan terbesarnya,” kata Farhan.

BACA JUGA: BNNP Jabar: Jawa Barat Jadi “Batu Loncatan” Jaringan Narkoba, 182 Remaja Ikuti Lomba Ngawih Antinarkoba

182 Peserta Ramaikan Pasanggiri Daring Se-Jabar

Ajang Pasanggiri Agung Kawih Sinom “Narkoba Musuh Bangsa” berlangsung secara daring sejak 10 hingga 31 Agustus 2026.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat.

BNN Jabar mencatat sebanyak 182 peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat turut ambil bagian dan mengikuti proses seleksi hingga terpilih finalis terbaik yang tampil pada babak grand final.

Selain memperebutkan Piala Gubernur Jawa Barat, kegiatan ini berfungsi sebagai wadah bagi pelajar, pemuda, dan masyarakat untuk menyampaikan pesan antinarkoba melalui kreativitas seni tradisional.

Pada akhir acara, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyerahkan langsung piala dan hadiah kepada para pemenang.

Untuk kategori pelajar, Muhammad Rafi Putra Pangestu meraih juara pertama.

Asep Tatang Hidayat meraih posisi kedua, dan Griselda Martatila Putri menempati peringkat ketiga.

Sementara pada kategori umum, Wendy Widya Rahayu berhasil meraih juara pertama.

Eva Purnama Dewi menyusul di peringkat kedua, dan Destiana Erlinda Dewi menempati peringkat ketiga.     Red

Komentar