KABARHARMONI | BANDUNG, – Kota Bandung sangat berpeluang menarik wisatawan melalui Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) berskala nasional maupun internasional.
Apalagi Kota Bandung telah memiliki berbagai fasilitas pendukung MICE.
Namun, kapasitas tempat penyelenggaraan kegiatan berskala besar masih perlu pemerintah tingkatkan.
Salah satunya melalui pembangunan gedung konvensi atau convention center yang mampu menampung sedikitnya 10.000 orang.
“Bandung harus dibangun sebuah convention yang bisa menampung minimal 10.000 orang,” kata Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Indonesian Marketing Association (IMA) UMKM & Tourism Award 2026 di El Hotel Bandung, Sabtu 24 Oktober 2026.
BACA JUGA: Bandung Siap Jadi Pusat MICE, Wali Kota Farhan: Prinsip Pariwisata Bandung Itu MICE!
Munas IMA Jadi Momentum Tunjukkan Potensi Bandung
Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan berskala nasional seperti Munas IMA menjadi peluang bagi Bandung untuk memperkuat posisinya sebagai kota tujuan pertemuan, konferensi dan pameran.
Ia menjelaskan, bukti tingginya permintaan kegiatan MICE di Kota Bandung harus mendukung rencana pembangunan fasilitas tersebut.
Data penyelenggaraan berbagai acara menjadi salah satu pertimbangan penting bagi investor sebelum menanamkan modalnya.
Oleh karena itu, Farhan menilai pelaksanaan Munas IMA dapat menjadi momentum untuk mengumpulkan data sekaligus menunjukkan potensi Bandung sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan berskala besar.
Menurutnya, pengembangan MICE tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga berpotensi menggerakkan berbagai sektor ekonomi, mulai dari perhotelan, restoran, transportasi hingga usaha masyarakat.
BACA JUGA: Farhan: Jangan Cuma Mikir PAD, Bandung Bangun Pariwisata Bertahap dan Berkelanjutan
Harap Kolaborasi dengan Ahli Marketing untuk Promosi Global
Farhan juga berharap, kehadiran para praktisi dan ahli pemasaran yang tergabung dalam IMA dapat membuka peluang kolaborasi untuk mempromosikan Kota Bandung secara lebih luas baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ia menyebut, Bandung memiliki potensi besar dalam menarik wisatawan nusantara.
Namun, pemerintah harus mengembangkan potensi tersebut dengan mendiversifikasi produk wisata, termasuk mengoptimalkan wisata berbasis pertemuan dan konvensi.
“Saya sangat berharap para ahli marketing ini nanti akan bermitra dengan Kota Bandung untuk pengembangan memasarkan Kota Bandung itu ke seluruh Indonesia, bahkan kalau perlu ke seluruh dunia,” ujarnya.
Farhan berharap hubungan antara Pemerintah Kota Bandung dan IMA semakin erat setelah pelaksanaan Munas.
Kolaborasi tersebut akan melahirkan berbagai terobosan pemasaran sekaligus meningkatkan daya saing Bandung sebagai destinasi MICE.
BACA JUGA: Destinasi Wisata dengan Pertumbuhan Tercepat di Asia 2025: Kota Bandung Masuk 3 Besar
IMA Nilai Infrastruktur Bandung Sangat Mendukung MICE
Sementara itu, Ketua Indonesian Marketing Association, Suparno Djasmin menilai, Kota Bandung memiliki berbagai fasilitas yang mendukung penyelenggaraan rapat, pertemuan dan konvensi.
Menurutnya, ketersediaan infrastruktur transportasi, hotel, akomodasi, restoran serta fasilitas pendukung lainnya menjadi modal penting bagi Bandung untuk mengembangkan sektor MICE.
Suparno menilai peningkatan kapasitas dan jumlah fasilitas penyelenggaraan kegiatan dapat membuka peluang bagi Bandung untuk menerima lebih banyak acara.

“Bandung memiliki fasilitas yang sangat baik untuk kami melakukan rapat maupun konvensi. Infrastruktur, transportasi, hotel, akomodasi, restoran, dan semua kebutuhan untuk dilakukannya meeting yang baik tersedia di Bandung,” tuturnya. Red







Komentar