KABARHARMONI | BANDUNG, – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung H. Rizal Khairul, S.IP., M.Si., mengungkapkan, sektor pendidikan menjadi kunci penting bagi keberhasilan visi Indonesia Emas 2045. Pendidikan juga bisa menjadi instrumen penggerak pemerintahan di samping hadirnya kepemimpinan berintegritas, kompetensi manajerial, dan etika.
“Investasi cerdas yakni aliran anggaran pendidikan untuk masa depan Indonesia. Sebagai contoh yang telah diterapkan, ada dampak investasi 20 persen pendidikan yang menjadikan kualitas pendidikan makin meningkat. Dan jumlah lulusan yang turut meningkat,” tuturnya. Saat menjadi narasumber Kuliah Bareng Birokrat (KBB) Kota Bandung. Gelaran Program Studi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB), di Auditorium K.H. Ahmad Dahlan UMB, Sabtu, 31 Januari 2026.
Investasi Cerdas untuk Masa Depan Indonesia
Rizal Khairul memaparkan visi Indonesia Emas 2045 yang merupakan sebuah janji dan tantangan strategis. Untuk mencapai kesejahteraan, keadilan, dan inovasi tinggi pada momentum 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.
Mencapai hal itu membutuhkan transformasi birokrasi yang beradaptasi dan inklusif.
Transformasi Birokrasi Menuju Indonesia Emas 2045
Sebab, berdasarkan sejumlah catatan saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan stereotipe birokrasi yang cenderung tradisional. Dengan struktur yang kaku dan tidak responsif saat menghadapi gelombang energi tuntutan masyarakat. Serta ASN baru yang belum adaptif terhadap inovasi, sementara 60 persen ASN saat ini termasuk generasi millennial dan generasi Z.
“Kebutuhan birokrasi itu harus selalu adaptif dan inovatif. Diperlukan perubahan pola pikir dan pola kerja, solusi kreatif dari generasi muda, dan pemerintahan yang transparan dan responsif,” ujarnya.
Kolaborasi Multipihak, Kunci Sukses Implementasi Kebijakan Pendidikan
Untuk bergerak menuju arah itu, perlu penciptaan lingkungan kerja yang menarik dan memberdayakan. Melibatkan pegawai muda dalam pengambilan keputusan, mengadopsi teknologi dengan cepat, dan menerapkan strategi rekrutmen yang cermat.
“Menuju Indonesia Emas 2045 itu turut mendorong birokrasi yang lebih responsif dan inklusif. Demi tata kelola pemerintahan yang baik di era modern. Dan pendidikan itu mesin penggerak tata kelola pemerintahan berkelanjutan hingga masa depan,” katanya.
Rizal Khairul menambahkan, menjawab tantangan di sektor pendidikan ini memerlukan strategi implementasi kebijakan pendidikan. Dengan menyinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, penyamaan persepsi, penguatan pemahaman teknis, serta dukungan guru.
BACA JUGA: Program RMP Kota Bandung 2026: Penyesuaian Kebijakan dan Fokus pada Bantuan Tepat Sasaran
Selain itu, pemerintah perlu memutuskan kesenjangan kualitas wilayah pendidikan dengan pendanaan inovatif. Mengadaptasi kurikulum lokal, dan memperkuat partisipasi masyarakat berbasis nilai.
“Yang tidak kalah penting, harus dibentuk kolaborasi multipihak antara pemerintah, swasta, masyarakat. Ini diperlukan untuk pengelolaan sumber daya yang efektif dalam implementasi kebijakan. Saya berharap dengan energi teman-teman mahasiswa ini suatu saat bisa bermanfaat bagi rakyat dan diperlukan oleh pemerintah,” tutur Rizal Khairul. Red







Komentar