Wali Kota Farhan Nyatakan Perang Terhadap Geng Motor Setelah Kematian Pelajar SMA 5 Bandung

KABARHARMONI | BANDUNG, – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan perang terhadap geng motor setelah pelajar SMA Negeri 5 Bandung meninggal akibat kekerasan.

Farhan menyampaikan pernyataan tersebut saat Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin 16 Maret 2026.

Tragedi Kematian Pelajar

Farhan mengaku sangat terpukul atas peristiwa tersebut. Ia menyebut kematian pelajar tersebut sebagai tragedi yang tidak boleh lagi terjadi di Kota Bandung.

“Hati saya patah. Hati saya menangis menyaksikan seorang anak muda belum lagi usia 17 tahun wafat karena sebuah kekerasan,” ujar Farhan.

Belasungkawa dan Doa

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Farhan meminta keluarga korban untuk kuat dan tabah menghadapi musibah tersebut.

“Kita doakan agar almarhum diterima di sisi Allah SWT dan kedua orang tua yang ditinggalkan diberi kekuatan, ketabahan dan ketakwaan,” katanya.

BACA JUGA: Wali Kota Bandung Sampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya Siswa SMAN 5 Bandung, Muhammad Fahdly Arjasubrata

Aksi Tegas Terhadap Geng Motor

Farhan menegaskan, kejadian tersebut harus menjadi momentum untuk bertindak tegas terhadap geng motor.

Ia menyatakan tidak ada lagi toleransi bagi kelompok yang meresahkan masyarakat.

“Hal ini harus jadi motivasi bagi kita untuk menyatakan perang terhadap geng motor. Tidak ada lagi toleransi bagi geng motor,” tegasnya.

Koordinasi dan Patroli Khusus

Ia memerintahkan Sekretaris Daerah, Satpol PP, dan dinas terkait untuk berkoordinasi dengan TNI dan Polri.

Koordinasi tersebut bertujuan membentuk satuan patroli khusus untuk memberantas geng motor.

“Saya memberikan perintah agar segera membentuk tim satuan khusus patroli mobil dalam rangka memberantas geng motor,” ujarnya.

BACA JUGA: Wali Kota Bandung Serukan Peningkatan Pengawasan terhadap Pelajar setelah Siswa SMAN 5 Meninggal Dunia

Tindakan Represif Terukur

Farhan juga menegaskan bahwa aparat harus bertindak tegas jika menemukan kelompok geng motor berkumpul di jalan.

Ia menilai perlu melakukan tindakan represif terukur untuk menjaga keselamatan masyarakat.

“Terlihat gerombolan di pinggir jalan bawa motor bubarkan. Terlihat di jalan mereka pawai bubarkan,” katanya.    Red

Komentar